Showing posts with label Kelas VIII. Show all posts
Showing posts with label Kelas VIII. Show all posts

Tuesday, April 25, 2017

PESAWAT SEDERHANA

Peta Konsep Pesawat Sederhana | sumber: haumagenst

Pada tubuh manusia berlaku prinsip-prinsip kerja pesawat sederhana.
Prinsip-prinsip tersebut kemudian ditiru dan dimodifikasi untuk mendesain berbagai macam peralatan yang memudahkan kerja manusia.
Energi dan kerja (usaha) dinyatakan dalam satuan Joule (Newton meter).

Kerja atau usaha didefinisikan sebagai hasil kali antara gaya dengan jarak.
Sehingga dapat dituliskan dengan rumus berikut.
W = F.S
di mana:
W = Usaha (Joule)
F = Gaya (Newton)
S = Jarak (Meter)

Usaha dapat bernilai nol apabila gaya yang dikerjakan pada benda tidak mengakibatkan perpindahan tempat.
Besarnya usaha yang dilakukan per satuan waktu disebut dengan daya atau power (P).
Daya secara matematis dituliskan sebagai berikut.
P = W/t
di mana:
P = Daya (Watt)
W = Usaha (Joule)
t = Waktu (Sekon)

Pada saat manusia melakukan aktivitas, manusia selalu berupaya untuk melakukannya dengan usaha dan daya yang sekecil-kecilnya.
Oleh karena itu, manusia menggunakan pesawat sederhana untuk membantu melakukan aktivitasnya.

PESAWAT SEDERHANA
Alat-alat yang dapat membantu manusia melakukan suatu usaha disebut pesawat sederhana.
Ada beberapa jenis pesawat sederhana yang sering digunakan dalam sehari-hari, misalnya katrol, roda berporos, bidang miring, pengungkit (tuas).

a. Katrol
Prinsip kerja katrol adalah mengubah arah gaya sehingga kerja yang dilakukan menjadi lebih mudah.
Berdasarkan jumlah katrol yang digunakan, pesawat sederhana dibedakan menjadi sistem katrol tunggal, sistem katrol ganda, dan sistem katrol banyak (takal).
Selain itu, sistem katrol juga dapat dibedakan berdasarkan geraknya, yaitu katrol tetap dan katrol bebas.

Katrol Tetap
Jika tali yang terhubung pada katrol ditarik ke bawah, maka secara otomatis timba berisi air akan terkerek ke atas.
Keuntungan mekanik katrol tetap sama dengan 1. Jadi, katrol tetap tunggal tidak menggandakan gaya kuasa atau dengan kata lain gaya kuasa sama dengan gaya beban.
KM = W/F = lk/lb = 1

Katrol bergerak
Katrol bebas berfungsi untuk melipatkan gaya, sehingga gaya pada kuasa yang diberikan untuk mengangkat benda menjadi setengah dari gaya beban.
Katrol jenis ini biasanya ditemukan di pelabuhan yang digunakan untuk mengangkat peti kemas.
Keuntungan mekanik dari katrol bebas lebih besar dari 1.
Pada kenyataannya nilai keuntungan mekanik dari katrol bebas tunggal adalah 2.
Hal ini berarti bahwa gaya kuasa 1 N akan mengangkat beban 2 N.
KM = W/F = lk/lb = 2

Katrol Takal
Agar gaya kuasa yang diberikan pada benda semakin kecil, maka diperlukan katrol majemuk.
Katrol majemuk merupakan gabungan dari katrol tetap dan katrol bebas yang dirangkai menjadi satu sistem yang terpadu.
Katrol majemuk biasa digunakan dalam bidang industri untuk mengangkat benda-benda yang berat.
Keuntungan mekanik dari katrol majemuk sama dengan jumlah tali yang menyokong berat beban.
KM = W/F = lk/lb = n
(n = jumlah katrol)

b. Roda Berporos
Roda berporos adalah pesawat sederhana yang memiliki dua roda dengan ukuran berbeda yang berputar bersamaan.
Gear pada sepeda adalah salah satu contoh pesawat sederhana yang tergolong roda berporos.
Gaya kuasa biasanya bekerja pada roda yang besar, gaya beban bekerja pada roda yang lebih kecil.
Roda berporos memiliki fungsi untuk mempercepat gaya.
Selain gear sepeda, contoh penerapan pesawat sederhana jenis roda berporos adalah kursi roda, mobil, dan sepatu roda.

c. Bidang Miring
Bidang miring merupakan bidang datar yang diletakkan miring atau membentuk sudut tertentu sehingga dapat memudahkan gerak benda.
Contoh dari bidang miring selain tangga adalah sekrup dan pisau.
Keuntungan mekanik bidang miring dapat dihitung dengan membagi jarak kuasa dengan jarak beban.

Jika tinggi bidang miring h, panjang bidang miring s, berat benda yang dinaikkan melalui bidang miring w, dan gaya yang digunakan untuk memindahkan benda itu sebesar F maka keuntungan mekanik bidang miring dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut.
KM = w/f = s/h

d. Pengungkit (Tuas)
Tuas atau pengungkit adalah sebuah batang yang dapat diputar di sekitar titik tumpu.
Contoh alat-alat yang merupakan pengungkit antara lain gunting, linggis, jungkatjungkit, pembuka botol, pemecah biji kenari, sekop, koper, pinset, dan sebagainya.
Tuas berfungsi sebagai alat pembesar gaya sehingga keuntungan menggunakan tuas adalah gaya yang dihasilkan lebih besar daripada gaya yang dikeluarkan.
Besarnya gaya yang dihasilkan bergantung pada panjang lengan gaya dan panjang lengan beban.
Makin besar perbandingannya, makin besar pula gaya ungkit yang dihasilkan.
Cara menghitung keuntungan mekaniknya dengan membagi panjang lengan kuasa dengan panjang lengan beban.
Panjang lengan kuasa adalah jarak dari tumpuan sampai titik bekerjanya gaya kuasa.
Panjang lengan beban adalah jarak dari tumpuan sampai dengan titik bekerjanya gaya beban.

Perbandingan beban yang diangkat dan kuasa yang dilakukan disebut keuntungan mekanis, dirumuskan sebagai berikut:
KM = W/F = lk/lb
Dimana:
KM = keuntungan mekanis
w = beban
F = kuasa
lk = lengan kuasa
lb = lengan beban

Jenis Pengungkit dapat dikelompokkan berdasarkan letak titik tumpu, lengan kuasa, dan lengan beban.

























Read More

PRINSIP KERJA PESAWAT SEDERHANA PADA OTOT DAN RANGKA MANUSIA

Otot dan rangka bekerja bersama-sama pada saat seseorang melakukan gerakan.
Hal ini seperti setiap bagian yang terdapat pada sepeda akan bekerja bersama-sama ketika sepeda tersebut bergerak.
Pada saat kamu melakukan suatu aktivitas, otot, tulang, dan sendi akan bekerja bersama-sama.
Prinsip kerja ketiganya seperti sebuah pengungkit, di mana tulang sebagai lengan, sendi sebagai titik tumpu,
dan kontraksi atau relaksasi otot memberikan gaya untuk menggerakkan bagian tubuh.


Read More

Struktur dan Fungsi Jaringan pada Organ Akar

Secara umum, akar mempunyai fungsi sebagai berikut.

  • Menambatkan tubuh tumbuhan pada substrat (tanah).
  • Menyerap air dan garam-garam mineral terlarut dari substrat (tanah).
  • Membantu menegakkan batang.
  • Pada beberaoa jenis tanaman dapat berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan.


Jaringan-jaringan Penyusun Akar


a. Meristem 
Terdapat di ujung akar (tudung akar/ kaliptra) terdiri dari sel-sel parenkim yang berfungsi mengatur arah pertumbuhan akar.

b. Epidermis
Susunan sel-selnya rapat dan setebal satu lapis sel, dinding selnya mudah dilewati air. Bulu akar merupakan modifikasi dari sel epidermis akar, bertugas menyerap air dan garam-garam mineral terlarut, bulu akar memperluas permukaan akar.

c. Korteks
Letaknya langsung di bawah epidermis, sel-selnya tidak tersusun rapat sehingga banyak memiliki ruang antar sel. Sebagian besar dibangun oleh jaringan parenkim.

d. Endodermis
Merupakan lapisan pemisah antara korteks dengan silinder pusat. Selsel endodermis dapat mengalami penebalan zat gabus pada dindingnya dan membentuk seperti titik-titik, dinamakan titik Caspary. Pada pertumbuhan selanjutnya penebalan zat gabus sampai pada dinding sel yang menghadap silinder pusat, bila diamati di bawah mikroskop akan tampak seperti huruf U, disebut sel U, sehingga air tak dapat menuju ke silinder pusat. Tetapi tidak semua sel-sel endodermis mengalami penebalan, sehingga memungkinkan air dapat masuk ke silinder pusat. Sel-sel tersebut dinamakan sel penerus/sel
peresap.

e. Silinder Pusat/Stele
Silinder pusat/ stele merupakan bagian terdalam dari akar. Terdiri dari berbagai macam jaringan :

  1. Persikel/ Perikambium. Merupakan lapisan terluar dari stele. Akar cabang terbentuk dari pertumbuhan persikel ke arah luar.
  2. Berkas Pembuluh Angkut/ Vasis. Terdiri atas xilem dan floem yang tersusun bergantian menurut arah jari jari. Pada dikotil di antara xilem dan floem terdapat jaringan kambium.
  3. Empulur. Letaknya paling dalam atau di antara berkas pembuluh angkut terdiri dari jaringan parenkim.
Read More

Struktur dan Fungsi Jaringan pada Organ Batang


A. Fungsi Batang
Secara umum, batang mempunyai fungsi sebagai berikut:

  1. Menegakkan di atas tanah serta mendukung cabang, daun, dan bunga. Tempat melekatnya daun dan tunas pada batang adalah buku (nodus) dan batang di antara dua buku disebut ruas (internodus).
  2. Mengarahkan posisi daun agar memperoleh cahaya matahari yang cukup.
  3. Organ utama yang berfungsi dalam transportasi air dan zat makanan.
  4. Pada tumbuhan tertentu (mis, kunyit) berfungsi sebagai penyimpan cadangan makanan


B. Jaringan Penyusun Batang


Struktur jaringan yang menyusun batang pada tumbuhan dari luar ke dalam adalah epidermis, kortek, dan slinder pusat.

  1. Epidermis : Satu lapisan sel. Modifikasi : trikoma dan stomata. Setelah dewasa stomata akan menjadi lentisel (pori penghubung ruang antar sel dalam batang dengan udara lingkungan. Pada batang dewasa, jika epidermis rusak maka lapisan epidermis digantikan oleh jaringan felogen atau kambium gabus. Di bawah epidermis terdapat jaringan korteks.
  2. Korteks, tersusun dari jaringan parenkim. Jaringan kortek batang memiliki fungsi seperti halnya pada akar. 
  3. Jaringan pengankut. Jaringan di bawah kortek adalah jaringan pembuluh tapis (floem) yang berfungsi mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan. Pada bagian dalam dari floem ditemukan adanya berkas pengangkut yang disebut dengan pembuluh kayu (xilem), yang berfungsi untuk mengangkut air dan zat hara dari akar ke daun, xilem juga dapat berfungsi sebagai jaringan penguat.
  4. Stele, tersusun oleh jaringan parenkim berbentuk jari-jari empulur. Seperti halnya pada akar di bagian terdalam batang juga tersusun atas empulur batang. Pada tumbuhan dikotil, diantara floem dan xilem dibatasi oleh kambium. Jaringan kambium mempunyai sifat selalu membelah yang menyebabkan diameter batang bertambah besar.


Read More

Struktur dan Fungsi Jaringan Pada Organ Daun










A. Fungsi Daun
Daun merupakan bagian tubuh tumbuhan yang paling banyak mengandung klorofil, sehingga fungsi utama daun adalah tempat  berlangsungnya kegiatan fotosintesis

B. Struktur dan Fungsi Jaringan Pada Organ Daun



Struktur jaringan yang menyusun daun terdiri dari lapisan-lapisan sel. Dari permukaan atas ke bawah, urutan jaringan penyusun daun adalah sebagai berikut: epidermis atas, parenkim palisade (jaringan tiang), parenkim sponsa (jaringan bunga karang), dan epidermis bawah.


  1. Jaringan epidermis, terdapat kutikula, sebagian menjadi stomata. Epidermis atas pada beberapa tumbuhan mengalami modifikasi menjadi berbagai bentuk lain misalnya menjadi stomata, trikoma, dan sel kipas, sehingga tidak hanya berfungsi sebagai pelindung jaringan di bawahnya, akan tetapi memiliki fungsi-fungsi tambahan. Stomata berfungsi untuk keluar masuknya udara. 
  2. Jaringan dasar (parenkim/ mesofil) mempunyai kloroplas. Terdiri dari jaringan tiang (palisade) dan jaringan bunga karang (spons). Pada lapisan di bawah jaringan epidermis ditemukan adanya jaringan mesofil (jaringan dasar), yang terletak di antara epidermis atas dan epidermis bawah. Mesofil pada daun dikotil berdiferensiasi menjadi dua parenkim yang terdiri dari (1) parenkim palisade (jaringan tiang) yang terdiri dari sel-sel berbentuk silinder, tersusun rapat dan mengandung banyak kloroplas, dan (2) parenkim spons (jaringan bunga karang) yang tersusun dari sel-sel yang tidak teratur tersusun renggang dan mengandung lebih sedikit kloroplas. 
  3. Jaringan pengangkut, berkumpul di tulang daun, merupakan lanjutan berkas pengangkut pada batang dan tangkai daun. Di bawah jaringan mesofil ditemukan adanya jaringan pengangkut, yang terdiri dari xilem dan floem. Xilem berfungsi untuk mengangkut air dan mineral dari tanah, sedangkan floem berfungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan.


Read More

Pemanfaatan Struktur Jaringan Tumbuhan dalam Teknologi

Penerapan Jaringan Akar
Contohnya, struktur akar yang kokoh dan dapat menunjang tumbuhan pada daerah laut. Hal ini bisa dipakai sebagai dasar pengembangan pembangunan podasi pada tumbuhan, pondasi dalam pembuatan jembatan dan lain-lain.

Gambar Penerapan Jaringan Akar pada Pondasi Bangunan

Penerapan Jaringan Batang
Batang pohon yang kokoh berdiri memberikan inspirasi pada pembangung rumah. Susunan batu rumah meniru jaringan batang. Tembok rumah agar kokoh diberi besi, hal ini merupakan pengaplikasian dari kambium pada pohon.

Gambar Penerapan Jaringan batang pada pembangunan rumah

Penerapan Jaringan Daun
Salah satunya, teknologi pembangkit listrik tenaga surya dibuat dengan meniru prinsip daun yang memanfaatkan energi matahari untuk menghasilkan energi kimia, sehingga dapat menjadi alternatif sumber energi yang sangat bermanfaat.

Gambar Penerapan Jaringan daun pada energi tenaga surya.


Read More

Bahan Karet

Disebut pohon karet karena tanaman ini menghasilkan karet. Menurut sejarahnya pohon karet berasal dari lembah Amazon Brasilia dengan nama ilmiah Hevea brasiliensis. Pohon karet baru masuk ke Asia pada tahun 1876 M, setelah Inggris menyelundupkan biji karet dari Brazilia untuk dikembangkan di Taman Botani Inggris dan negaranegara jajahannya termasuk Malaysia. Indonesia merupakan negara penghasil karet terbesar kedua.

Karet dihasilkan oleh pohon karet berupa getah seperti susu yang disebut lateks. Lateks diperoleh dengan cara menyadap, yaitu dengan menyayat kulit pohon atau pada bagian kortek tumbuhan.



Secara kimiawi karet alam adalah senyawa hidrokarbon yang merupakan polimer alam hasil penggumpalan lateks alam dan merupakan makromolekul poliisoprena (C5H8)n.

Karet dibagi menjadi dua, yaitu karet alam dan karet sintetis.

  1. Karet alam memiliki banyak sifat unggul. Karet alami memiliki daya elastis atau daya lenting yang baik, plastisitas yang baik, mudah pengolahannya, tidak mudah aus (tidak mudah habis karena gesekan), dan tidak mudah panas. Sifat unggul lain dari karet alami yaitu, karet alam juga memiliki daya tahan yang tinggi terhadap keretakan, tahan hentakan yang berulang-ulang, serta daya lengket yang tinggi terhadap berbagai bahan. Dalam bidang industri, karet alam memiliki peran yang sangat besar. Contohnya adalah ban pesawat terbang dan ban mobil balap dibuat dari dari bahan baku utamanya adalah karet alam murni.
  2. Karet sintetis terbuat dari bahan baku yang berasal dari minyak bumi, batu bara, minyak, gas alam, dan acetylene. Banyak dari karet sintetis adalah kopolimer, yaitu polimer yang terdiri dari lebih dari satu jenis monomer. Karet sintetis dapat digunakan untuk berbagai keperluan, bahkan dapat menggantikan fungsi karet alam. Karet sintetis mempunyai beberapa keunggulan dibanding karet alam yaitu tahan terhadap suhu tinggi/panas, minyak, pengaruh udara, dan kedap gas. Contoh: (1) NBR (Nytrile Butadiene Rubber). NBR memiliki ketahanan yang tinggi terhadap minyak, digunakan dalam pembuatan pipa karet untuk bensin dan minyak, membran, seal, gaskot, serta peralatan lain yang banyak dipakai dalam kendaraan bermotor. (2) CR (Chloroprene Rubber), CR dengan ciri tahan terhadap nyala api, digunakan sebagai bahan pipa karet, pembungkus kabel, seal, gaskot, dan sabuk pengangkut. (3) IIR (Isobutene Isoprene Rubber), IRR mempunyai sifat kedap air, digunakan untuk bahan ban bermotor, pembalut kawat listrik, pelapis bagian dalam tangki, tempat penyimpan lemak dan minyak.





Read More

Bahan Tanah Liat

Tanah liat merupakan bahan dasar yang dipakai dalam pembuatan keramik. Secara kimiawi tanah liat
termasuk hidrosilikat alumina. Sifat fisik tanah liat yaitu plastis bila keadaan basah, keras bila kering, dan bila dibakar menjadi padat dan kuat.
Secara umum barang-barang yang dibuat dari tanah liat dinamakan keramik. Namun, saat ini tidak semua keramik berasal dari tanah liat. 


Keramik dibedakan menjadi dua kelompok yaitu 
  1. Keramik tradisional yang bahan bakunya dari tanah liat dan 
  2. Keramik halus atau keramik teknik yang bahan bakunya dari oksida-oksida logam atau logam, seperti: oksida logam (Al2O3, ZrO2, MgO, dan lainnya). Keramik halus ini penggunaanya sebagai elemen pemanas, semikonduktor, komponen turbin, dan pada bidang medis. 

Berdasarkan komposisi tanah liat dan suhu pembakarannya, keramik tradisional dibedakan menjadi
  1. tembikar (terakota), Terakota atau tembikar adalah produk yang bahan bakunya dari tanah liat dengan pembakaran sekitar 1000 *C
  2. gerabah (earthenware), Gerabah adalah produk yang bahan bakunya dari tanah liat dengan pembakaran 1200 *C. 
  3. keramik batu (stoneware), Bahan baku keramik batu adalah tanah liat dengan campuran bahan lain diantaranya kuarsa dan air, dibakar sampai suhu 1200 *C - 2000 *C
  4. porselen (porcelain), Porselin dibuat dari bahan yang mirip dengan keramik tetapi baru mulai matang pada pembakaran 15000 *C.
Berikut beberapa contoh produk yang terbuat dari bahan baku tanah liat.
  1. Batu bata merah, genting, lubang anginangin hiasan genting, merupakan jenis produk terakota atau tembikar.
  2. Kendi, gentong, cobek, tutup pengukus, pot bunga, dan celengan dari tanah liat merupakan jenis produk gerabah.
  3. Mangkuk sayur, piring, cangkir, tatakan, dan teko merupakan produk jenis keramik.
  4. Tegel, perlengkapan saniter (bak pencuci, bak mandi), dan isolator listrik merupakan produk jenis porselin.

A. Teknik Pembuatan Keramik
Pembuatan keramik umumnya dilakukan dengan tiga teknik pembentukan keramik, yaitu:
  1. pembentukan tangan langsung (hand building).
  2. teknik putar (throwing), dan
  3. teknik cetak (casting).
B. Secara umum langkah-langkah pembuatan keramik sebagai berikut.
  1. Tahap pembentukan, yaitu tahap pengubahan tanah liat plastis menjadi benda-benda yang dikehendaki.
  2. Pengeringan, bertujuan untuk menghilangkan air yang terikat pada badan keramik.
  3. Pembakaran, yaitu proses mengubah bahan yang rapuh menjadi bahan yang padat, keras, dan kuat.
  4. Glasir, untuk melapisi permukaan keramik melalui proses pengeringan. Glasir merupakan material yang terdiri atas beberapa bahan tanah atau batuan silikat yang akan membuat permukaan keramik seperti gelas yang mengkilap.
Read More

Bahan Gelas

Gelas merupakan senyawa kimia dengan susunan yang kompleks, diperoleh dengan membekuan lelehan melaluhi pendinginan. Produk ini bersifat bening, tembus pandang secara optik, dengan kekerasan yang cukup. Selain itu juga bersifat sangat rapuh, mudah pecah menjadi pecahan yang tajam, mudah dimodifikasi bentuknya dengan proses kimia atau pemanasan, sehingga memilik sifat estitika atau keindahan yang tinggi.


Penggunaan kaca alami disebut obsidian.
Obsidian adalah produk sampingan alami dari letusan gunung berapi berupa benda yang tajam, mengkilap dengan warna hitam, orange, abu-abu, atau hijau. Obsidian merupakan benda yang sangat berharga bagi masyarakat prasejarah dan digunakan untuk membuat alat-alat dari batu. Menurut catatan sejarah, kaca sudah diproduksi sejak tahun 4 SM (Sebelum Masehi) yaitu dengan bahan pasir kuarsit yang dipanaskan sampai meleleh kemudian dibiarkan dingin, dan terbentuklah benda keras yang tembus pandang.

Bahan baku pembuatan kaca ada dua kelompok yaitu 
  1. bahan yang dibutuhkan dalam jumlah besar meliputi pasir silika, soda abu, batu kapur, feldspar dan pecahan gelas (cullet), dan 
  2. bahan yang dibutuhkan dalam jumlah kecil meliputi natrium sulfat, natrium bikroma, selenium dan arang. (Pasir silika, batu kapur dan feldspar sangat melimpah di Indonesia.)
Gelas aman digunakan sebagai kemasan karena beberapa sifat unggul berikut.
  1. Kedap terhadap air, gas, bau-bauan dan mikroorganisme.
  2. Tidak dapat bereaksi dengan barang yang dikemas (bahan kimia).
  3. Dapat didaur ulang.
  4. Dapat ditutup kembali setelah dibuka.
  5. Tembus pandang sehingga isinya dapat dilihat.
  6. Memberikan nilai tambah bagi produk (nilai estetika).
  7. Kaku dan kuat sehingga dapat ditumpuk tanpa mengalami kerusakan.
  8. Gelas dapat disimpan dalam jangka waktu panjang tanpa mengalami kerusakan.
Keunggulan sifat-sifat gelas tersebut memungkinkan produk-produk gelas digunakan untuk menunjang kebutuhan sehari-hari meliputi barang setengah jadi maupun produk gelas yang siap jadi. 
Contoh produk barang setengah jadi adalah lempengan kaca, pipa kaca, benda kaca berongga untuk bahan membran dan penyaring, dan benda kebutuhan rumah tangga. 
Produk gelas yang siap pakai meliputi perabotan rumah tangga (piring gelas, cangkir gelas, botol gelas, dan lainnya), peralatan laboratorium (tabung reaksi, pipa kaca, beker gelas, kaca pembesar, dan lainnya), bahan bangunan atau industri seperti kaca jendela, bola lampu, lampu gantung, genting kaca, dan asesoris seperti manik-manik.



Read More

Bahan Kayu

Kayu dimanfaatkan untuk berbagai keperluan karena mengandung komponen penting yaitu
  1. Selulosa, merupakan senyawa polimer turunan dari glukosa, dapat mencapai 70% dari berat kayu. Selulosa merupakan bahan utama pembuatan kertas dan tekstil.
  2. lignin, merupakan komponen pembentuk kayu, meliputi 18-28% berat kayu. Secara kimiawi, kayu keras dan kayu lunak dibedakan pada jumlah dan jenis lignin yang terkandung di dalamnya.
  3. Senyawa ekstraktif (senyawa tertentu yang dapat diambil dari kayu). Senyawa ekstraktif dapat berupa zat warna, getah, resin, lilin, dan lainnya, yang jumlah dan jenisnya tergantung spesies pohonnya. Senyawa ekstraktif ini memiliki manfaat seperti melindungi kayu dari hama. Senyawa ekstraktif merupakan salah satu dari hasil hutan non-kayu.
Pemanfaatan kayu disesuaikan dengan sifat-sifatnya. Kayu dari jenis pohon yang berbeda mempunyai sifat yang berbeda. Pengenalan atas sifatsifat akan sangat membantu dalam menentukan jenis-jenis kayu untuk tujuan pengunaan tertentu. 


Berikut beberapa sifat kayu.

1. Bobot dan Berat Jenis
Bobot suatu jenis kayu bergantung pada kandungan zat kayu, jumlah poripori, zat ekstraktif, dan kadar air. Bobot kayu ditunjukkan dengan berat jenis jenisnya, kayu digolongkan menjadi empat, yaitu: 
  • sangat berat dengan BJ > 0,9 kg/l; 
  • berat dengan BJ 0,75-0,90 kg/l; 
  • sedang dengan BJ 0,60-0,75 kg/l; 
  • dan ringan dengan BJ <6 kg/l.
Berat jenis berhubungan dengan kekuatan kayu. Pada umumnya makin tinggi BJ kayu, kayu tersebut semakin kuat pula.

2. Keawetan
Keawetan adalah daya tahan kayu terhadap serangan hama dan penyakit perusak kayu, misalnya serangga dan jamur. Keawetan kayu disebabkan kandungan senyawa ekstraktif di dalam kayu. Kayu jati memiliki senyawa ekstraktif tectoquinon, kayu ulin mengandung silika. Kedua jenis kayu tersebut memiliki tingkat keawetan yang tinggi.

3. Warna
Kayu yang beraneka warna macamnya disebabkan oleh zat pengisi warna dalam kayu yang berbeda-beda. Warna kayu juga dipengaruhi oleh posisinya dalam batang, umur pohon dan lingkungan. Kayu dari pohon yang tua warnanya lebih gelap dari kayu yang masih muda meskipun jenisnya sama. Kayu kering warnanya berbeda dengan kayu basah.

4. Tekstur
Tekstur adalah ukuran relatif serat kayu, yang teksturnya kasar, sedang, dan halus. Arah serat adalah alur-alur yang terdapat pada permukaan kayu terhadap sumbu batang. Arah serat dapat dibedakan menjadi serat lurus, serat berpadu, serat berombak, serta terpilin dan serat diagonal (serat miring).

5. Kesan Raba
Kesan raba adalah kesan yang diperoleh pada saat meraba permukaan kayu (kasar, halus, licin, dingin, berminyak, dan lainnya). Kesan raba tiap jenis kayu berbeda-beda tergantung dari tekstur kayu, kadar air, dan kadar zat ekstraktif dalam kayu.

6. Bau dan Rasa
Bau dan rasa kayu mudah hilang bila kayu lama tersimpan di udara terbuka. Beberapa jenis kayu mempunyai bau yang merangsang. Untuk menyatakan bau kayu tersebut, sering digunakan bau sesuatu benda yang umum dikenal misalnya bau bawang (kayu kulim) dan bau zat penyamak (kayu jati).

7. Nilai Dekoratif
Nilai dekoratif berhubungan dengan keindahan. Nilai dekoratif kayu tergantung dari pola penyebaran warna, arah serat, tekstur, dan pemunculan pola-pola tertentu.

8. Kekerasan atau Densitas
Berdasarkan kekerasannya kayu digolongkan menjadi dua, yaitu 
  • kayu lunak (soft wood) yaitu kayu yang yang berasal dari tumbuhan yang berdaun seperti jarum misalnya pinus. Ciri fisik kayu lunak memiliki lubang pori-pori besar. 
  • kayu keras (hard wood) berasal dari tumbuhan yang daunnya lebar misalnya jati dan mahoni. Ciri fisik kayu keras adalah serat kayunya berbentuk bulat telur atau spiral, dan ikatan antarpori-porinya lebih kuat.

Read More

Makanan

Mengapa kita harus makan? Tubuh membutuhkan energi untuk setiap kegiatan, seperti detak jantung, kedipan kelopak mata, dan mengangkat barang. Tubuh juga menggunakan energi untuk mempertahankan suhu tubuh normal sekitar 37°C. Energi ini berasal dari makanan yang makan. Jumlah energi yang dibutuhkan oleh tubuh untuk beraktivitas diukur dalam satuan kalori. Sama halnya pada tubuh, jumlah energi yang tersedia dalam makanan juga diukur dalam satuan kalori. Satu kalori (Cal) menunjukkan jumlah panas yang dibutuhkan untuk menaikkan 1°C suhu dari 1 g air. Jumlah kalori pada sepotong roti berbeda dengan jumlah kalori pada sepiring nasi dan 1 buah pisang. Hal ini dapat terjadi karena jenis makanan yang berbeda akan mengandung jumlah kalori yang berbeda pula.


Makanan sebaiknya mengandung enam jenis nutrisi yaitu karbohidrat, lemak, protein, vitamin,mineral, dan air. Karbohidrat, lemak, dan protein dibutuhkan dalam jumlah yang banyak, sedangkan vitamin, dan mineral dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang sedikit.

1. Karbohidrat

Setiap molekul karbohidrat terbuat dari karbon, hidrogen, dan oksigen. Karbohidrat adalah sumber utama energi bagi tubuhmu. Satu gram karbohidrat menghasilkan 4,0 – 4,1 kilokalori (kkal).
Karbohidrat, ada tiga jenis yaitu gula, pati, dan serat. (1) Gula disebut karbohidrat sederhana ditemukan pada buah-buahan, madu, dan susu. Pati dan serat disebut karbohidrat kompleks. (2) Pati ditemukan dalam kentang dan makanan yang terbuat dari biji-bijian. (3) Serat, seperti selulosa, ditemukan di dinding sel sel tumbuhan. Makanan seperti roti gandum atau sereal, kacang-kacangan, kacang polong, sayuran dan buah-buahan lainnya merupakan sumber serat yang baik. Serat yang tidak dapat dicerna, dikeluarkan sebagai feses.

2. Lemak

Lemak atau lipid diperlukan tubuh karena berfungsi menyediakan energi sebesar 9 kilokalori/gram; melarutkan vitamin A, D, E, K dan dapat menyediakan asam lemak esensial bagi tubuh manusia. Selama proses pencernaan, lemak dipecah menjadi molekul yang lebih kecil, yaitu asam lemak dan gliserol.
Berdasarkan struktur kimianya, dikenal lemak jenuh dan lemak tak jenuh. Lemak tak jenuh biasanya cair pada suhu kamar. Minyak nabati serta lemak yang ditemukan dalam biji adalah lemak tak jenuh. Lemak jenuh biasanya padat pada suhu kamar, ditemukan dalam daging, susu, keju, minyak kelapa, dan minyak kelapa sawit. Lemak adalah unit penyimpanan yang baik untuk energi. Kelebihan energi dari makanan yang kita makan diubah menjadi lemak dan disimpan untuk digunakan kemudian. Selain itu, lemak juga berfungsi sebagai pelindung tubuh dari gesekan dan benturan serta suhu yang ekstrim.

3. Protein

Protein dibutuhkan sebagai penghasil energi. Protein juga berfungsi untuk pertumbuhan dan mengganti sel-sel tubuh yang rusak, pembuat enzim dan hormon, serta pembentuk antibodi. Protein merupakan molekul besar yang terdiri atas sejumlah asam amino. Asam amino terdiri atas karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen, dan kadang-kadang ada belerang.
Protein dapat berasal dari hewan (protein hewani) dan dari tumbuhan (protein nabati). Bahan makanan yang mengandung protein hewani antara lain daging, ikan, telur, susu, dan keju. Bahan makanan yang mengandung protein nabati adalah kacang kedelai, kacang hijau, dan kacang-kacangan lainnya. Protein dibutuhkan sebagai penghasil energi, untuk pertumbuhan dan mengganti sel-sel tubuh yang rusak, pembuat enzim dan hormone, dan pembentuk antibodi.

4. Vitamin
Vitamin dibutuhkan dalam jumlah sedikit namun harus ada, karena diperlukan untuk mengatur fungsi tubuh dan mencegah beberapa penyakit. Vitamin dikelompokkan menjadi dua, yaitu vitamin yang larut dalam air (vitamin B dan C) dan vitamin yang larut dalam lemak (vitamin A, D, E, dan K). 



5. Mineral
Tubuh memerlukan sekitar 14 jenis mineral, diantaranya kalsium, pospor, potasiun, sodium, besi, iodium, dan seng. Mineral merupakan nutrisi yang sedikit mengandung atom karbon. Mineral berfungsi dalam proses pembangunan sel, membantu reaksi kimia tubuh, mengangkut oksigen ke seluruh tubuh, membentuk dan memelihara tulang. Air adalah faktor yang paling penting untuk kelangsungan hidup. Sel tubuh makhluk hidup sekitar 60-80 persen terdiri dari air. Air dibutuhkan oleh tubuh, yaitu sebagai pembentuk sel dan cairan tubuh, pengatur suhu tubuh, pelarut zat-zat gizi lain dan pembantu proses pencernaan makanan, pelumas dan bantalan, media transportasi, media pengeluaran sisa metabolisme.


6. Air

Air penting bagi tubuh kamu untuk menjaga kelangsungan hidup. Kamu lebih dapat menahan lapar daripada menahan haus. Mengapa? Karena sel-sel tubuh kamu membutuhkan air untuk beraktivitas. Di samping itu, nutrisi yang masuk ke tubuh kamu tidak dapat digunakan oleh sel-sel tubuhmu bila tidak terlarut dalam air. Sekitar 60 - 80% komponen sel tubuh makhluk hidup adalah air. Tubuh dapat kehilangan air ketika bernapas, berkeringat, buang air besar dan buang air kecil. Kehilangan air tersebut harus segera diganti dengan minum air sebanyak 2 liter atau 8 gelas sehari. Namun, minum air bukan satu-satunya cara untuk memasok sel-sel dengan air, karena tanpa kamu sadari makanan yang kamu makan mengandung banyak air. Contoh, apel mengandung 80 persen air dan daging mengandung 66 persen air. Air dibutuhkan oleh tubuh sebagai pembentuk sel dan cairan tubuh, pengatur suhu tubuh, pelarut zat-zat gizi lain dan pembantu proses pencernaan makanan, pelumas dan bantalan, media transportasi, serta media pengeluaran sisa metabolisme.

Read More

Sistem Percernaan Makanan

Sistem pencernaan manusia terdiri atas organ utama berupa saluran pencernaan dan organ aksesoris (tambahan). Saluran pencernaan merupakan saluran yang dilalui bahan makanan, dimulai dari mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rektum, dan berakhir di anus. Lidah, gigi, kelenjar saliva, hati, kantung empedu, dan pankreas merupakan organ aksesoris yang membantu pencernaan mekanik dan kimia. Kelenjar pencernaan adalah organ aksesoris yang mengeluarkan enzim untuk membantu mencerna makanan.





A.Organ Utama
1. Rongga Mulut (Cavum Oris)

Di dalam rongga mulut, terdapat gigi, lidah, dan kelenjar air liur (saliva). 
  1. Lidah,  berfungsi untuk memindahkan makanan, mendorong makanan ke kerongkongan, membantu mengunyah makanan, berbicara, mengenal bentuk.
  2. Gigi, berfungsi untuk mencerna makanan secara mekanis.
  3. Air ludah, berfungsi untuk membasahi rongga mulut dan membasahi makanan. Setiap hari kelenjar ludah menghasilkan sekitar 1.600 cc air ludah yang terdiri dari air, garam-garam, urea, lendir (Mukosa), penghancur bakteri (lisosim), amilase (ptialin), dan lain-lain.
Pencernaan makanan di rongga mulut terjadi secara mekanis dan kimiawi.

2. Kerongkongan (esofagus)

Fungsi sebagai saluran untuk memindahkan makanan dari mulut ke lambung. 
Kerongkongan dapat melakukan gerak peristaltik, yaitu gerakan melebar dan menyempit, bergelombang, dan meremas-remas untuk mendorong makanan sedikit demi sedikit ke dalam lambung.
Setelah melalui rongga mulut, makanan yang berbentuk bolus akan masuk ke dalam tekak (faring). Faring adalah saluran yang memanjang dari bagian belakang rongga mulut sampai ke permukaan kerongkongan (esofagus). Pada pangkal faring terdapat katup pernapasan yang disebut epiglotis. Epiglotis berfungsi untuk menutup ujung saluran pernapasan (laring) agar makanan tidak masuk ke saluran pernapasan. Setelah melalui faring, bolus menuju ke esofagus (kerongkongan). Otot kerongkongan berkontraksi sehingga menimbulkan gerakan meremas yang mendorong bolus ke dalam lambung.


3. Lambung (Ventrikulus)

Lambung merupakan tempat penampungan makanan untuk dicerna secara mekanik dan kimiawi.
Di dalam lambung terjadi pencernaan mekanis dan kimia. Secara mekanis, otot lambung berkontraksi mengaduk-aduk bolus. Secara kimiawi, bolus tercampur dengan getah lambung. Getah lambung mengandung, HCl, enzim pepsin, dan renin.
Lambung terdiri dari tiga bagian, yaitu kardiak (dekat esofagus), fundus (bagian tengah), dan pilorus (dekat duodenum).

Fungsi Lambung:
  1. Menghasilkan Pepsinogen (bahan awal pepsin untuk mencerna protein).
  2. Menghasilkan asam klorida (HCl) yang berfungsi untuk membunuh mikroorganisme dalam makanan, menciptakan suasana asam dalam lambung, dan mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin.
  3. Permukaan lambung mengeluarkan lendir yang berfungsi untuk melindungi dinding lambung dari HCl.
  4. Pada bayi, lambungnya menghasilkan dua enzim, yaitu renin, berfungsi untuk menggumpalkan protein susu dan kasein dengan bantuan kalsium dan lipase untuk memecah lemak dalam susu.

4. Usus Halus (intestinum)

Panjang mencapai 6,3 meter dengan diameter 2,5 cm. Usus halus terbagi menjadi 3 bagian:
  1. Usus dua belas jari (duodenum). Pada duodenum terdapat saluran yang terhubung dengan kantung empedu dan pankreas. Cairan pankreas mengandung enzim lipase, amilase, trypsin. Lipase akan bekerja mencerna lemak, amilase akan mencerna amilum, dan tripsin yang mengubah protein menjadi polipeptida. Sementara itu cairan empedu juga bekerja pada kimus dengan cara mengemulsikan lemak yakni mengubah lemak jadi larut dengan air dan memberikan warna kuning pada tinja dan urin.
  2. usus kosong (jejunum), merupakan tempat pencernaan terakhir sebelum sari makanan diserap.
  3. usus penyerapan (ileum), permukaannya dipenuhi jonjot-jonjot usus atau vili yang berfungsi untuk memperluas bidang penyerapan sehingga kemampuan menyerap makanan lebih besar.
5. Usus Besar (Intestinum Crasum)

Usus besar terletak di antara ileum dan anus. Usus besar atau kolon memiliki panjang ± 1 meter dan terdiri atas kolon ascendens, kolon transversum, dan kolon decendens dan berakhir pada anus.
Pada pangkal usus besar terdapat usus buntu (sekum) dan umbai cacing (apendiks). Sedangkan bagian akhir usus besar adalah poros usus rektum). Rektum bermuara di dubur (anus).

Fungsi Usus Besar:
  1. Mengabsorpsi air dan mineral, tempat pembentukan vitamin K dan B12 (dengan bantuan bakteri Escherichia coli).
  2. Mengatur kadar air pada sisa makanan. Bila kadar air pada sisa makanan terlalu banyak, maka dinding usus besar akan menyerap kelebihan air tersebut. Sebaliknya bila sisa makanan kekurangan air, maka dinding usus besar akan mengeluarkan air dan mengirimnya ke sisa makanan. 
  3. Melakukan gerak peristaltik untuk mendorong tinja menuju anus.
B. Organ Tambahan
Sistem pencernaan manusia tidak hanya terdiri atas organ pencernaan utama saja, tetapi juga terdapat organ pencernaan tambahan berupa kelenjar-kelenjar pencernaan. Kelenjar ini berperan membantu dalam mencerna makanan. Kelenjar pencernaan berfungsi menghasilkan enzim-enzim yang digunakan dalam membantu pencernaan makanan secara kimiawi. Organ pencernaan tambahan ditunjukkan pada Gambar. 


C. Enzim Pencernaan
Enzim adalah sejenis protein yang mempercepat laju reaksi kimia dalam tubuh. Enzim-enzim pencernaan dihasilkan oleh kelenjar pencernaan.
Berikut ini enzim-enzim yang berperan dalam pencernaan.


Read More

Thursday, November 12, 2015

TTS - SISTEM PEREDARAN DARAH

Ulangan Harian - Sistem Peredaran Darah
This interactive crossword puzzle requires JavaScript and any recent web browser, including Windows Internet Explorer, Mozilla Firefox, Google Chrome, or Apple Safari. If you have disabled web page scripting, please re-enable it and refresh the page. If this web page is saved on your computer, you may need to click the yellow Information Bar at the top or bottom of the page to allow the puzzle to load.
Read More

Thursday, August 6, 2015

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN MAKHLUK HIDUP

Pertumbuhan merupakan proses pertambahan ukuran yang tidak dapat kembali ke asal (irreversibel), yang meliputi pertambahan volume dam pertambahan massa. Contoh, bertambahnya bobot massa tubuh. Perkembangan merupakan proses menuju tercapainya kedewasaan. Contoh, terbntuknya sel-sel kelamin.

Adapun faktor yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan dibagi dalam dua, yaitu (1) Faktor Internal, dan (2) Faktor Eksternal.

1. Faktor Internal (Dalam)
Faktor yang berasal dari dalam tubuh makhluk hidup. Faktor ini terdiri dari:
  • Gen : substansi/materi pembawa sifat yang diturunkan dari induk.
  • Hormon : zat yang berfungsi untuk mengendalikan berbagai fungsi di dalam tubuh. Hormon Pada Makhluk Hidup, yaitu (a) Hormon Pada Tumbuhan (fitohormon) meliputi auksin, sitokinin, giberelin, etilen, dan asam absisat. (b) Hormon Pada Hewan meliputi tiroksin, somatomedin, Ekdison dan Juvenil, dan (c) Hormon Pada Manusia meliputi tiroksin, somatotropin (pertumbuhan), testosteron (reproduksi pria), estrogen/progresteron (reproduksi wanita)
2. Faktor Eksternal (Luar)
Faktor yang berasal dari luar tubuh makhluk hidup. Faktor ini misalnya:
  • Makanan dan Nutrisi
  • Suhu
  • Cahaya
  • Tanah
  • Air dan Kelembapan
A. Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan
Perkecambahan biji -- tumbuhan kecil -- bunga/buah
Pertumbuhan pada tumbuhan terjadi di daerah meristematis (titik tumbuh). Jaringan ini terletak di ujung batang, ujung akar, dan kambium. 

Pertumbuhan pada tumbuhan dibagi 2:
  1. Pertumbuhan primer, Pertumbuhan yang terjadi akibat aktivitas jaringan meristem primer (meristem apikal) yang terdapat diujung akar dan ujung batang.
  2. Pertumbuhan skunder, Pertumbuhan sekunder disebabkan oleh aktivitas jaringan meristem sekunder. Contoh jaringan meristem sekunder adalah jaringan kambium pada batang tumbuhan dikotil dan Gymnospermae.Pertumbuhan ini dipengaruhi musim. Tumbuhan monokotil tidak mempunyai kambium sehingga tidak mengalami pertumbuhan sekunder.
B. Pertumbuhan dan Perkembangan pada Hewan
Pertumbuhan dan perkembangan pada hewan terjadi di seluruh bagian tubuh. 
Zigot dari proses pembuahan dan terus terjadi hingga hewan mencapai usia dewasa. Pertumbuhan pada hewan dibagi dalam 2 (dua) fase, yaitu (1) Fase embrionik, dan (2) Fase pascaembrionik.

1. Fase Embrionik
Pada fase ini dimulai dari Pembelahan zigot > morula blastula > gastrula > organogenesis.

2. Fase Pascaembrionik
Pertumbuhan pascaembrionik dimulai ketika hewan lahir atau menetas. Perkembangan dimulai ketika alat kelamin telah mampu memproduksi sel-sel gamet. Pertumbuhan dan Perkembangan ini tidak berlangsung terus-menerus, melainkan berhenti setelah mencapai usia tertentu.

Beberapa hewan, mengalami pertumbuhan dengan fase khusus, yaitu secara metamorfosis dan metagenesis.
Metamorfosis adalah peristiwa perubahan bentuk tubuh secara bertahap yang dimulai dari larva sampai dewasa. Contoh : Katak, Kupu-kupu, Serangga, dll.




Metagenesis adalah proses pergiliran hidup yaitu antara fase seksual dan aseksual.  Contoh : tumbuhan paku dan lumut, obelia dan aurelia, dll.


C. Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia
Sama seperti pertumbuhan hewan, pertumbuhan manusia juga terbagi dalam dua fase, yaitu fase embrionik dan fase pascaembrionik. Fase embrionik terjadi di dalam kandungan dan pascaembrionik terjadi setelah lahir.

1. Fase embrionik
Pada tahap awal, pertumbuhan dimulai dari pembuahan sel telur oleh sel sperma. Pembuahan yang terjadi akan terbentuk zigot. Setelah 30 jam, zigot akan membelah menjadi dua sel, 20 jam kemudian menjadi empat, selanjutnya delapan, sampai menjadi kumpulan sel berbentuk bola berongga yang disebut blastula. Blastula akan bergerak menuju uterus (rahim) dan akan menempel di dinding rahim (implantasi). Kemudian blastula tersebut akan bertumbuh cepat menjadi embrio (dalam sebuah kantong yang disebut amnion). Seteah tiga bula embrio akan bertumbuh menjadi fetus (sudah memiliki bagian tubuh lengkap). Fetus akan mengalami peningkatan massa secara dramatis saat mencapai umur lebih dari 7 bulan (dari 25 gram pada umur 8 minggu sampai sekitar 3 kg menjelang kelahiran). Setelah mencapai sekitar sembilan bulan, bayi dilahirkan.


Pada fase ini, janin dapat bertumbuh karena menerima oksigen dan zat-zat yang diperlukan dari ibunya melalui tali penghubung atau dikenal dengan sebutan tali pusar (plasenta). Tli pusar berisi pembuluh nadi dan pembuluh balik.

2. Fase Pascaembrionik (Perkembangan)
Proses ini berlangsung setelah bayi dilahahirkan. Pada umumnya proses perkembangan berlangsung seiring dengan pertumbuhan. Perkembangan manusia dapat dibedakn dalam beberapa tahap, yaitu (a) balita, (b) kanak-kanak, (c) remaja, (d) dewasa, dan (e) manula

a. Balita (bawah lima tahun)
Pada tahap ini perkembangan manusia ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut:

  • Mulai mengenal lingkungan.
  • Membutuhkan perhatian khusus dari orang tua.
  • Senang bermain.
  • Bersifat kekanak-kanakan (manja).
  • Cenderung keras kepala.
  • Suka menolak perintah.
  • Membutuhkan zat gizi yang banyak.
  • Hormon pertumbuhan dihasilkan secara meningkat.

b. Kanak-kanan
Masa kanak-kanak berlangsung pada usia 5-11 tahun. Pada tahap ini, manusia memiliki ciri perkembangan seperti berikut ini, yaitu:
  • Gigi susu mulai tanggal dan gigi permanen mulai tumbuh.
  • Pertumbuhan jiwanya relatif stabil.
  • Daya ingat kuat, mematuhi segala perintah gurunya.
  • Mudah menghafal tetapi juga mudah melupakan.
  • Sifat keras kepala mulai berkurang dan lebih dapat menerima pengertian karena kemampuan logikanya mulai berkembang.
c. Remaja
Perkembangan manusia pada tahap remaja pada umumnya berlangsung pada usia 12 - 17 tahun. Adapun ciri-ciri manusia remaja antara lain:
  • Mulai memperhatikan penampilan.
  • Mudah cemas dan bingung bila adanya perubahan psikis.
  • Tidak mau dibatasi aktivitasnya.
  • Mulai memilih teman yang cocok.
  • Tidak mau diperlakukan seperti anak kecil.
  • Selalu ingin mencoba hal-hal baru.
  • Senang meniru idola atau berkhayal.
  • Mulai bersikap kritis.
  • Mulai ada perubahan bentuk fisik.
  • Mulai menghasilkan hormon reproduksi.
  • Alat kelamin mulai berkembang.
  • Hormon pertumbuhan masih terus dihasilkan.
Pada masa ini, manusia remaja akan mengalami yang disebut pubertas. Pubertas adalah perubahan menjadi dewasa yang ditandai adanya perubahan fisik dan emosional (psikis). “akil balig”. Secara umum: cirinya adalah Perubahan proporsi tubuh, tampak dari bertambahnya tinggi badan, berat badan, panjang kaki, dan tangan, sehingga ukuran seluruh badan bertambah.

Gejala pubertas terjadi dalam 2 perubahan:

Perubahan secara fisik
Pubertas secara fisik dapat dilihat dari perubahan tubuh, meliputi perubahan tanda kelamin primer dan sekunder.
Ciri kelamin primer :
  • Organ kelamin telah mampu memproduksi sel-sel kelamin. Sperma (Laki-laki) Sel telur dalam Ovarium (Perempuan)
  • Organ kelamin mulai berfungsi. Ditandai dengan “Mimpi Basah (Laki-laki)” dan “Menstruasi (Perempuan)”
Ciri Kelamin Sekunder
Laki-laki:
1) Mulai tumbuh jakun.
2) Perubahan suara menjadi lebih besar dan berat.
3) Tumbuh kumis atau jenggot.
4) Tumbuh rambut di dada, kaki, ketiak, dan sekitar organ kelamin.
5) Mulai tampak otot-otot yang berkembang lebih besar dan menonjol.
6) Bahu melebar melebihi bagian pinggul.
7) Perubahan jaringan kulit menjadi lebih kasar dan poripori tampak membesar.
8) Kadang-kadang diikuti dengan munculnya jerawat di daerah muka.

Perempuan:
1) Membesarnya payudara dan puting susu mulai timbul.
2) Pinggul melebar.
3) Tumbuh rambut di ketiak dan sekitar organ kelamin.
4) Suara lebih nyaring.
5) Kadang-kadang diikuti munculnya jerawat di daerah muka.

Perubahan secara psikis
1. Mencari identitas diri (karena rasa ingin tahu yang sangat besar).
2. Mulai tertarik kepada lawan jenis (hal ini dipengaruh berfungsinya organ-organ kelamin).

d. Dewasa
Manusia pada masa dewasa berlangsung dimulai usia 18 tahun hingga 60 tahun. Pada masa ini ditandai dengan ciri:
  • Daya pikir cepat.
  • Bersikap kritis.
  • Sudah memiliki pendirian yang tetap.
  • Sudah menetapkan lingkungan yang dianggap cocok.
  • Sudah dapat memilih pasangan hidup yang dianggap cocok.
  • Organ reproduksi sudah matang dan sempurna.
  • Hormon pertumbuhan sudah tidak dihasilkan lagi.
e. Manula
Manula merupakan singkatan dari manusia lanjut usia. Masa ini berlangsung setelah manusia mencapai usia 60 tahun. Ciri-ciri manula adalah:
  • Daya pikir lambat.
  • Terkadang mudah tersinggung.
  • Pendirian dan pemikirannya sudah tetap.
  • Terkadang bersifat kekanak-kanakan.
  • Rambut putih.
  • Kulit keriput.
  • Gigi mulai tanggal dan menjadi ompong.
  • Mata mulai rabun.
  • Wanita mengalami masa menopause.
Read More