Showing posts with label Biologi. Show all posts
Showing posts with label Biologi. Show all posts

Wednesday, February 27, 2019

Interaksi Makhluk Hidup dengan Lingkungan

A. Pengertian Lingkungan
Istilah lingkungan berasal dari kata Environment, yang dapat diartikan sebagai segala sesuatu di luar individu (makhluk hidup). Setiap makhluk hidup memerlukan lingkungan tertentu sebagai tempat hidupnya. Tempat hidup makhluk hidup ini disebut habitat. Suatu habitat terdiri atas dua komponen utama, yaitu sebagai berikut.
1) Komponen biotik, terdiri atas makhluk hidup seperti: manusia, hewan, tumbuhan, dan jasad renik.
2) Komponen biotik, terdiri atas benda-benda mati seperti: air, tanah, udara, cahaya, dan sebagainya.

Pada suatu habitat akan terjadi interaksi antara makhluk hidup dan makhluk tak hidup atau ekosistem. Jadi, ekosistem adalah interaksi antara organisme dan organisme lainnya serta segala sesuatu yang tidak hidup di suatu ruang dan waktu tertentu.

Komponen-komponen pembentuk ekosistem meliputi komponen hidup (biotik) dan komponen tak hidup (abiotik). Kedua komponen tersebut berada pada suatu tempat dan berinteraksi membentuk suatu kesatuan yang teratur. Misalnya, pada suatu ekosistem akuarium, ekosistem ini terdiri atas ikan, tumbuhan air, plankton yang terapung di air sebagai komponen biotik. Adapun yang termasuk komponen abiotik adalah air, pasir, batu, mineral, dan oksigen yang terlarut dalam air.
Gambar akuarium
B. Interaksi dalam Ekosistem
Setiap orgnaisme (komponen biotik) selalu bergantung pada organisme lain dan lingkungannya. 
Saling ketergantungan ini akan membentuk suatu pola interaksi. Terjadi pula interaksi antara komponen biotik serta komponen abiotik dan terjadi pula interaksi antara komponen biotik dan biotik.

Interkasi tersebut mencakup 3 hal, yaitu sebagai berikut.
1) Interaksi antara makhluk hidup dengan makhluk tak hidup
Hubungan antara komponen biotik dan abiotik. Biotik akan memengaruhi abiotik, dan abiotik akan memengaruhi biotik. Contoh, tumbuhan dapat hidup baik apabila lingkungan memberikan unsur-unsur yang dibutuhkan tumbuhan tersebut, contohnya air, udara,cahaya, dan garam–garam mineral. 

2) Interaksi antara makhluk hidup dengan makhluk hidup lainnya 
Hubungan ini dapat terjadi melalui rangkaian peristiwa makan dan dimakan (rantai makanan, jaring makanan dan piramida makanan), maupun melalui bentuk hidup bersama, yaitu simbiosis..

a. rantai makanan
Aliran energi dan siklus materi di suatu komunitas tampak jelas pada peristiwa makan dan dimakannya anggota komunitas oleh anggota komunitas lainnya. Peristiwa ini disebut rantai makanan. 
Gambar rantai makanan

Dalam peristiwa rantai makanan, interaksi antara makhluk hidup dengan makhluk hidupnya dikelompokkan menjadi 3, yaitu produsen, konsumen, dan pengurai.
Produsen merupakan organisme yang mampu menghasilakan makana sendiri yang disebut dengan autotrof dan konsumen merupakan organisme yang tidak mampu menghasilkan makanan sendiri atau memakan makanan dari produsen disebut  heterotrof. Organisme heterotrof berdasarkan jenis yang dimakan dibagi menjadi 3 (tiga), yaitu herbivora, karnivora, dan omnivora.

b. jaring-jaring makanan
Saling keterkaitan antar rantai-rantai makanan yang terdapat pada suatu komunitas akan membentuk aliran energi dan siklus materi yang lebih luas, yang disebut jaring-jaring makanan.
Gambar jaring-jraing makanan
c. piramida makanan
Piramida makanan dibedakan berdasarkan, 
1. Piramida jumlah
2. Piramida biomassa
3. Piramida energi

Gambar piramida makanan
d. simbiosis
Simbiosis merupakan bentuk hidup bersama antara dua individu yang berbeda jenis. Ada beberapa jenis simbiosis, yaitu simbiosis mutualisme, simbiosis komensalisme, dan simbiosis parasitisme.

Interaksi simbiosis
Contoh simbiosis

C. Pola Interaksi Manusia Memengaruhi Ekosistem
Manusia juga memiliki interaksi dalam lingkungan. Manusia dapat memengaruhi lingkungan dan lingkungan dapat memengaruhi manusia. Berubahnya lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam menyebabkan kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu, akibatnya lignkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya. Hal ini juga akan berdapat pada organisme (komponen bitik) lainnya. Sehingga, ekosistem sangat bergantung pada manusia.
Read More

Wednesday, February 6, 2019

Jaringan Pada Makhluk Hidup

Setiap sel suatu organisme memiliki ukuran yang bervariasi. Ukuran sel mencerminkan fungsi yang dilakukan sel bersangkutan. Pada organisme bersel banyak, seringkali sel tidak dapat bekerja sendiri. Setiap sel bergantung kepada sel yang lain. Kerja sama dan interaksi di antara sel ini menyebabkan organisme dapat mempertahankan hidupnya. Sel-sel yang mempunyai fungsi dan bentuk sama akan berkelompok. Kelompok sel disebut jaringan.
Jaringan merupakan kelompok sel yang memiliki fungsi dan ukuran yang sama
JARINGAN PADA HEWAN
Hewan maupun manusia mempunyai bermacam-macam jaringan juga. Ada jaringan epitel,jaringan penghubung (konektif),  jaringan otot, jaringan tulang rawan, jaringan saraf, dan sebagainya.

a) Epitel
Jaringan ini dibuat dari sel-sel memadat yang tersusun dalam lapisan pipih. Jaringan ini melapisi berbagai rongga dan tabung pada tubuh, serta membentuk kulit yang membungkus tubuh.
Fungsi jaringan epitel adalah 
  • melindungi jaringan di bawahnya terhadap kerusakan karena gesekan mekanis, radiasi UV, dan serangan bakteri, 
  • melapisi seluruh kelenjar pencernaan pada tubuh, tabung air dan rongga paru-paru 
  • menghasilkan sel-sel kelamin yang akan dilepaskan dari tubuh.
Contoh Jaringan Epitel
b) Konektif/Penghubung
Berfungsi memberi kekuatan, bantuan, dan perlindungan kepada bagian-bagian lemah pada tubuh, contohnya tulang rawan, mengikat bagian-bagian tubuh.
Beberapa jaringan konektif, antara lain:
  • Jaringan konektif berserat berfungsi untuk (1) bahan pengemas dan pengikat bagi sebagian besar organ, dan (2) lintasan bagi pembuluh darah. Contohnya Selaput otot (fasia) 
  • Jaringan hematopoietik/sumsum tulang belakang yang merupakan sumber semua sel yang ada dalam darah. Meliputi sel-sel darah merah (untuk mengangkut gas-gas), lima (5) macam sel darah putih (untuk antibodi), dan platelet (untuk penggumpalan darah).
Contoh Jaringan Konektif Berserat
c) Otot
Jaringan otot, antara lain:
  • Otot halus melapisi dinding organ berongga pada tubuh. Misalnya usus dan pembuluh darah kontraksinya menciutkan ukuran organ-organ tubuh yang berongga.
  • Otot rangka, terdiri atas serat-serat panjang yang kontraksinya menimbulkan gerak pindah (locomotion) dan juga terjadinya macam-macam gerak tubuh lainnya.
  • Otot jantung merupakan otot yang membentuk jantung.
Contoh Jaringan Otot
d) Saraf
Saraf terdiri atas neuron, yaitu sel-sel khusus yang menghantar implus saraf elektrokimia. Setiap neuron terdiri atas tubuh sel yang berisikan nukleus dan memiliki sambungan seperti rambut. Sepanjang sambungan inilah berjalan impuls saraf (neurit/ akson) yang ujung-ujung sambungan ini (dendrit) bertemu dengan neuron-neuron lain atau jaringan-jaringan lain (misalnya otot).

Contoh Jaringan Saraf
JARINGAN PADA TUMBUHAN
Tumbuhan mempunyai dua jenis jaringan, yaitu jaringan meristem dan jaringan permanen seperti jaringan pelindung (epidermis), jaringan penguat (sklerenkim dan kolenkim, jaringan  parenkim, jaringan pengankutan (xylem dan floem) dan jaringan gabus (Periderm). 

a) Jaringan meristem
Berdasarkan asal pembentukannya, jaringan meristem dibagi tiga, yaitu promeristem, meristem primer, dan meristem sekunder. Menurut letaknya, jaringan meristem dibedakan menjadi meristem apikal, interkalar, dan lateral. Berdasarkan sifat-sifat dasar selnya, jaringan meristem dibagi menjadi meristem primer dan meristem sekunder.

Jaringan meristem, berfungsi
  • Merupakan jaringan yang aktif membelah.
  • Disebut juga jaringan meristematik atau embrional.
  • Terdapat pada ujung akar, ujung batang, dan kambium ikatan pembuluh.
  • Tumbuh secara vertikal dan horisontal
Contoh Jaringan Meristem
b) Jaringan Permanen
Jaringan permanen meliputi jaringan epidermis, jaringan parenkim, jaringan penyokong (kolenkim dan sklerenkim), jaringan pengangkut (xilem dan floem), serta jaringan gabus.

1. Jaringan pelindung (jaringan epidermis)
Merupakan selapis sel pipih, tipis, dan rapat. Terletak paling luar/tepi. Memiliki lapisan kutikula/lilin. Berfungsi untuk menutupi permukaan daun, bunga, buah dan akar.
Contoh Jarinan Epidermis
2. Jaringan Stereon/Penguat 
a. jaringan sklerenkim
Merupakan sel-sel yang telah mati, terdiri atas fiber/serat dan sel batu/sklereid. Mengalami penebalan pada seluruh dinding sel oleh zat lignin/zat kayu. Bersifat kaku/mudah patah. Berfungsi untuk melindungi dan menguatkan bagian dalam sel.

Contoh Jaringan Sklerenkim
b. Jaringan kolenkim
Penebalan terjadi di sudut-sudut sel oleh zat selulose. Bersifat lentur/fleksibel. Mengandung klorofil. Terdapat pada batang, daun, buah, dan akar. Berfungsi untuk menguatkan tubuh tumbuhan.

Contoh Jaringan Kolenkim
3. Jaringan Parenkim
Disebut juga jaringan dasar. Berada juga di berkas pengangkutan (BP). Bentuknya bermacam-macam seperti, tiang/palisade, spons/ bunga karang, bintang, dan lipatan. Selnya tipis dan terdapat ruang antarsel (r.a.s.). Berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan, air, udara, fotosintesis, dan transportasi.
Contoh Jaringan Parenkim
4. Jaringan Pengankutan
a. Jaringan Xylem
Disebut jaringan kayu. Terletak di bagian paling dalam. Memiliki trakeid yang mengalami penebalan. Berfungsi untuk mengangkut air, garam mineral, dan unsur hara dari akar ke daun dan seluruh jaringan tubuh.

b. Jaringan Floem
Disebut juga jaringan tapis. Terletak di sebelah luar jaringan xilem. Memiliki sel tapis yang bentuknya kecil dan sel tetangga. Berfungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan.

Contoh Jaringan Pengankutan
5. Jaringan Gabus (Periderm)
Merupakan sel pengganti epidermis yang telah mati. Mengandung zat suberin/zat gabus. Berfungsi sebagai pelindung dan jalur transportasi air.

Contoh Jaringan Periderm/ Gabus

Read More

Wednesday, January 16, 2019

Sel sebagai Unit Struktural dan Fungsional Kehidupan

Pada hierarki organisasi kehidupan, sel berada di tingkatan struktural terendah yang masih mampu menjalankan semua fungsi kehidupan. Sel mampu melakukan regulasi terhadap dirinya sendiri, memproses energi, tumbuh dan berkembang, tanggap terhadap lingkungan, serta melakukan reproduksi untuk melestarikan jenisnya.
Setiap organisme tersusun dari salah satu dari dua jenis sel yang secara struktural berbeda, yaitu sel prokariotik dan sel eukariotik. Bakteria dan arkea yang memiliki sel prokariotik.  Protista, jamur, tumbuhan, dan hewan semuanya mempunyai sel eukariotik.

1. Sel Prokariotik
Sel prokariotik (berasal dari bahasa Yunani prokaryote, pro berarti “sebelum” dan karyon berarti “karnel” atau “nukleus”).  Sel prokariotik memiliki nukleus/inti sel tetapi inti sel tersebut tidak diselubungi membran inti.

Struktur sel (organel sel)  Prokariotik (a) Bacillus coagulans (b) Dilihat dengan Menggunakan Mikroskop Elektron

2. Sel Eukariotik
Sel eukariotik ((berasal dari bahasa Yunani eukaryote, eu berarti “sejati/sebenarnya” dan karyon berarti “karnel” atau “nukleus). Sel eukariotik merupakan sel yang memiliki inti sel dan inti sel tersebut dibungkus oleh membran inti

Struktur Sel (organel sel) Eukariotik, (a) Sel Hewan (b) Sel Tumbuhan

Jika dilihat sekilas di bawah mikroskop, tampak bahwa bentuk sel itu kaku dan seperti benda mati. Akan tetapi ternyata setelah diselidiki lebih lanjut, di dalam sel terjadi segala proses kegiatan, bahkan sebenarnya segala kegiatan kita sehari-hari itu terjadi pada tingkat sel.
Beberapa ahli telah mencoba menyelidiki tentang struktur dan fungsi sel, dan kemudian muncullah beberapa teori tentang sel. Sejarah ditemukannya teori tentang sel diawali penemuan mikroskop yang menjadi sarana untuk mempermudah melihat struktur sel. Berbagai penelitian para ahli biologi, antara lain seperti berikut.

Penelitian Beberapa Ahli tentang Sel
Dari pendapat beberapa ahli biologi tersebut, beberapa teori sel antara lain sebagai berikut.
  1. sel merupakan unit struktural makhluk hidup; 
  2. sel merupakan unit fungsional makhluk hidup; 
  3. sel merupakan unit reproduksi makhluk hidup;  
  4. sel merupakan unit hereditas.
Ukuran Sel
Umumnya sel berukuran mikroskopis  Namun ada sel yang berukuran besar yaitu telur burung onta dan sel saraf Zerafah panjangnya lebih dari 1 meter.

Kisaran ukuran sel | Sumber : Campbell, 2008. Biology dan David Sadava, 2011, Life: The Science of Biology
  • Sel merupakan unit terkecil kehidupan. Di dalam sel terdapat penyusun sel atau organel sel. Namun, organel tidak disebut sebagai unit terkecil kehidupan sebab organel tidak mampu hidup mandiri.
  • Makhluk hidup bersel satu dapat hidup mandiri dan dapat mencukupi kebutuhan hidupnya sendiri seperti energi, mineral, dan sebagainya.
  • Umumnya, sel berukuran mikroskopis. Namun, ada sel yang berukuran makroskopis (besar). Seperti telur burung unta dan sel saraf zarafah yang memiliki panjang lebih dari 1 meter.

Read More

Konsep Organisasi Kehidupan

Apakah yang kamu ketahui tentang Orgnanisasi? Organisasi merupakan  susunan yang terdiri dari bagian-bagian untuk tujuan tertentu Contoh: organisasi sekolah Dapatkah kamu menyebutkan bagian-bagian pada organisasi sekolah dan tujuannya? Anggap, dirimu adalah sekolah, apakah tubuhmu merupakan sebuah organisasi? Coba sebutkan unit pada tubuhmu?
Dengan demikian, urutan-urutan unit-unit ini akan membentuk suatu tingkatan atau hierarki struktur. Hierarki struktur ini dinamakan hierarki biologi yang membentuk suatu organisasi kehidupan.
Perhatikan gambar berikut! 

Organisasi Kehidupan | Sumber: Buku IPA Kelas VII Kur 2013

Struktur hierarki organisasi kehidupan yang dimulai dari atom-atom penyusun molekul yang berukuran mikro hingga ekosistem yang berukuran makro dan sangat kompleks.  Hierarki seperti ini dinamakan biosfer.

Jadi, organisasi kehidupan suatu organisme dimulai dari unit
sel - jaringan - organ - sistem organ - organisme
Organisasi kehidupan memberikan pemahaman kepada kita bahwa pada hakikatnya dalam suatu kehidupan terdapat keteraturan (dan keteraturan ini adalah disengaja/diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa).
Keteraturan tersebut tidak hanya pada individu saja, tetapi pada semua tingkatan, termasuk keberadaan hierarki kehidupan yang merupakan suatu keteraturan. Oleh karena dunia kehidupan merupakan suatu hierarki yang niscaya, mulai dari molekul sampai ke biosfer.
Tiap-tiap tingkatan hierarki dalam kerangka struktur biologisnya memiliki sifat-sifat baru yang berbeda dari struktur biologis penyusunnya. Organ memiliki karakteristik yang berbeda dengan jaringan yang menyusunnya. Demikian juga sel yang menyusun suatu jaringan tidak sama karakternya dengan jaringan yang disusun tersebut. Tetapi semua struktur dan fungsi tersebut saling terkait dan tergantung untuk membentuk suatu struktur yang lebih tinggi lagi.
Read More

Tuesday, April 25, 2017

Struktur dan Fungsi Jaringan pada Organ Akar

Secara umum, akar mempunyai fungsi sebagai berikut.

  • Menambatkan tubuh tumbuhan pada substrat (tanah).
  • Menyerap air dan garam-garam mineral terlarut dari substrat (tanah).
  • Membantu menegakkan batang.
  • Pada beberaoa jenis tanaman dapat berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan.


Jaringan-jaringan Penyusun Akar


a. Meristem 
Terdapat di ujung akar (tudung akar/ kaliptra) terdiri dari sel-sel parenkim yang berfungsi mengatur arah pertumbuhan akar.

b. Epidermis
Susunan sel-selnya rapat dan setebal satu lapis sel, dinding selnya mudah dilewati air. Bulu akar merupakan modifikasi dari sel epidermis akar, bertugas menyerap air dan garam-garam mineral terlarut, bulu akar memperluas permukaan akar.

c. Korteks
Letaknya langsung di bawah epidermis, sel-selnya tidak tersusun rapat sehingga banyak memiliki ruang antar sel. Sebagian besar dibangun oleh jaringan parenkim.

d. Endodermis
Merupakan lapisan pemisah antara korteks dengan silinder pusat. Selsel endodermis dapat mengalami penebalan zat gabus pada dindingnya dan membentuk seperti titik-titik, dinamakan titik Caspary. Pada pertumbuhan selanjutnya penebalan zat gabus sampai pada dinding sel yang menghadap silinder pusat, bila diamati di bawah mikroskop akan tampak seperti huruf U, disebut sel U, sehingga air tak dapat menuju ke silinder pusat. Tetapi tidak semua sel-sel endodermis mengalami penebalan, sehingga memungkinkan air dapat masuk ke silinder pusat. Sel-sel tersebut dinamakan sel penerus/sel
peresap.

e. Silinder Pusat/Stele
Silinder pusat/ stele merupakan bagian terdalam dari akar. Terdiri dari berbagai macam jaringan :

  1. Persikel/ Perikambium. Merupakan lapisan terluar dari stele. Akar cabang terbentuk dari pertumbuhan persikel ke arah luar.
  2. Berkas Pembuluh Angkut/ Vasis. Terdiri atas xilem dan floem yang tersusun bergantian menurut arah jari jari. Pada dikotil di antara xilem dan floem terdapat jaringan kambium.
  3. Empulur. Letaknya paling dalam atau di antara berkas pembuluh angkut terdiri dari jaringan parenkim.
Read More

Struktur dan Fungsi Jaringan pada Organ Batang


A. Fungsi Batang
Secara umum, batang mempunyai fungsi sebagai berikut:

  1. Menegakkan di atas tanah serta mendukung cabang, daun, dan bunga. Tempat melekatnya daun dan tunas pada batang adalah buku (nodus) dan batang di antara dua buku disebut ruas (internodus).
  2. Mengarahkan posisi daun agar memperoleh cahaya matahari yang cukup.
  3. Organ utama yang berfungsi dalam transportasi air dan zat makanan.
  4. Pada tumbuhan tertentu (mis, kunyit) berfungsi sebagai penyimpan cadangan makanan


B. Jaringan Penyusun Batang


Struktur jaringan yang menyusun batang pada tumbuhan dari luar ke dalam adalah epidermis, kortek, dan slinder pusat.

  1. Epidermis : Satu lapisan sel. Modifikasi : trikoma dan stomata. Setelah dewasa stomata akan menjadi lentisel (pori penghubung ruang antar sel dalam batang dengan udara lingkungan. Pada batang dewasa, jika epidermis rusak maka lapisan epidermis digantikan oleh jaringan felogen atau kambium gabus. Di bawah epidermis terdapat jaringan korteks.
  2. Korteks, tersusun dari jaringan parenkim. Jaringan kortek batang memiliki fungsi seperti halnya pada akar. 
  3. Jaringan pengankut. Jaringan di bawah kortek adalah jaringan pembuluh tapis (floem) yang berfungsi mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan. Pada bagian dalam dari floem ditemukan adanya berkas pengangkut yang disebut dengan pembuluh kayu (xilem), yang berfungsi untuk mengangkut air dan zat hara dari akar ke daun, xilem juga dapat berfungsi sebagai jaringan penguat.
  4. Stele, tersusun oleh jaringan parenkim berbentuk jari-jari empulur. Seperti halnya pada akar di bagian terdalam batang juga tersusun atas empulur batang. Pada tumbuhan dikotil, diantara floem dan xilem dibatasi oleh kambium. Jaringan kambium mempunyai sifat selalu membelah yang menyebabkan diameter batang bertambah besar.


Read More

Struktur dan Fungsi Jaringan Pada Organ Daun










A. Fungsi Daun
Daun merupakan bagian tubuh tumbuhan yang paling banyak mengandung klorofil, sehingga fungsi utama daun adalah tempat  berlangsungnya kegiatan fotosintesis

B. Struktur dan Fungsi Jaringan Pada Organ Daun



Struktur jaringan yang menyusun daun terdiri dari lapisan-lapisan sel. Dari permukaan atas ke bawah, urutan jaringan penyusun daun adalah sebagai berikut: epidermis atas, parenkim palisade (jaringan tiang), parenkim sponsa (jaringan bunga karang), dan epidermis bawah.


  1. Jaringan epidermis, terdapat kutikula, sebagian menjadi stomata. Epidermis atas pada beberapa tumbuhan mengalami modifikasi menjadi berbagai bentuk lain misalnya menjadi stomata, trikoma, dan sel kipas, sehingga tidak hanya berfungsi sebagai pelindung jaringan di bawahnya, akan tetapi memiliki fungsi-fungsi tambahan. Stomata berfungsi untuk keluar masuknya udara. 
  2. Jaringan dasar (parenkim/ mesofil) mempunyai kloroplas. Terdiri dari jaringan tiang (palisade) dan jaringan bunga karang (spons). Pada lapisan di bawah jaringan epidermis ditemukan adanya jaringan mesofil (jaringan dasar), yang terletak di antara epidermis atas dan epidermis bawah. Mesofil pada daun dikotil berdiferensiasi menjadi dua parenkim yang terdiri dari (1) parenkim palisade (jaringan tiang) yang terdiri dari sel-sel berbentuk silinder, tersusun rapat dan mengandung banyak kloroplas, dan (2) parenkim spons (jaringan bunga karang) yang tersusun dari sel-sel yang tidak teratur tersusun renggang dan mengandung lebih sedikit kloroplas. 
  3. Jaringan pengangkut, berkumpul di tulang daun, merupakan lanjutan berkas pengangkut pada batang dan tangkai daun. Di bawah jaringan mesofil ditemukan adanya jaringan pengangkut, yang terdiri dari xilem dan floem. Xilem berfungsi untuk mengangkut air dan mineral dari tanah, sedangkan floem berfungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan.


Read More

Pemanfaatan Struktur Jaringan Tumbuhan dalam Teknologi

Penerapan Jaringan Akar
Contohnya, struktur akar yang kokoh dan dapat menunjang tumbuhan pada daerah laut. Hal ini bisa dipakai sebagai dasar pengembangan pembangunan podasi pada tumbuhan, pondasi dalam pembuatan jembatan dan lain-lain.

Gambar Penerapan Jaringan Akar pada Pondasi Bangunan

Penerapan Jaringan Batang
Batang pohon yang kokoh berdiri memberikan inspirasi pada pembangung rumah. Susunan batu rumah meniru jaringan batang. Tembok rumah agar kokoh diberi besi, hal ini merupakan pengaplikasian dari kambium pada pohon.

Gambar Penerapan Jaringan batang pada pembangunan rumah

Penerapan Jaringan Daun
Salah satunya, teknologi pembangkit listrik tenaga surya dibuat dengan meniru prinsip daun yang memanfaatkan energi matahari untuk menghasilkan energi kimia, sehingga dapat menjadi alternatif sumber energi yang sangat bermanfaat.

Gambar Penerapan Jaringan daun pada energi tenaga surya.


Read More

Sistem Percernaan Makanan

Sistem pencernaan manusia terdiri atas organ utama berupa saluran pencernaan dan organ aksesoris (tambahan). Saluran pencernaan merupakan saluran yang dilalui bahan makanan, dimulai dari mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rektum, dan berakhir di anus. Lidah, gigi, kelenjar saliva, hati, kantung empedu, dan pankreas merupakan organ aksesoris yang membantu pencernaan mekanik dan kimia. Kelenjar pencernaan adalah organ aksesoris yang mengeluarkan enzim untuk membantu mencerna makanan.





A.Organ Utama
1. Rongga Mulut (Cavum Oris)

Di dalam rongga mulut, terdapat gigi, lidah, dan kelenjar air liur (saliva). 
  1. Lidah,  berfungsi untuk memindahkan makanan, mendorong makanan ke kerongkongan, membantu mengunyah makanan, berbicara, mengenal bentuk.
  2. Gigi, berfungsi untuk mencerna makanan secara mekanis.
  3. Air ludah, berfungsi untuk membasahi rongga mulut dan membasahi makanan. Setiap hari kelenjar ludah menghasilkan sekitar 1.600 cc air ludah yang terdiri dari air, garam-garam, urea, lendir (Mukosa), penghancur bakteri (lisosim), amilase (ptialin), dan lain-lain.
Pencernaan makanan di rongga mulut terjadi secara mekanis dan kimiawi.

2. Kerongkongan (esofagus)

Fungsi sebagai saluran untuk memindahkan makanan dari mulut ke lambung. 
Kerongkongan dapat melakukan gerak peristaltik, yaitu gerakan melebar dan menyempit, bergelombang, dan meremas-remas untuk mendorong makanan sedikit demi sedikit ke dalam lambung.
Setelah melalui rongga mulut, makanan yang berbentuk bolus akan masuk ke dalam tekak (faring). Faring adalah saluran yang memanjang dari bagian belakang rongga mulut sampai ke permukaan kerongkongan (esofagus). Pada pangkal faring terdapat katup pernapasan yang disebut epiglotis. Epiglotis berfungsi untuk menutup ujung saluran pernapasan (laring) agar makanan tidak masuk ke saluran pernapasan. Setelah melalui faring, bolus menuju ke esofagus (kerongkongan). Otot kerongkongan berkontraksi sehingga menimbulkan gerakan meremas yang mendorong bolus ke dalam lambung.


3. Lambung (Ventrikulus)

Lambung merupakan tempat penampungan makanan untuk dicerna secara mekanik dan kimiawi.
Di dalam lambung terjadi pencernaan mekanis dan kimia. Secara mekanis, otot lambung berkontraksi mengaduk-aduk bolus. Secara kimiawi, bolus tercampur dengan getah lambung. Getah lambung mengandung, HCl, enzim pepsin, dan renin.
Lambung terdiri dari tiga bagian, yaitu kardiak (dekat esofagus), fundus (bagian tengah), dan pilorus (dekat duodenum).

Fungsi Lambung:
  1. Menghasilkan Pepsinogen (bahan awal pepsin untuk mencerna protein).
  2. Menghasilkan asam klorida (HCl) yang berfungsi untuk membunuh mikroorganisme dalam makanan, menciptakan suasana asam dalam lambung, dan mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin.
  3. Permukaan lambung mengeluarkan lendir yang berfungsi untuk melindungi dinding lambung dari HCl.
  4. Pada bayi, lambungnya menghasilkan dua enzim, yaitu renin, berfungsi untuk menggumpalkan protein susu dan kasein dengan bantuan kalsium dan lipase untuk memecah lemak dalam susu.

4. Usus Halus (intestinum)

Panjang mencapai 6,3 meter dengan diameter 2,5 cm. Usus halus terbagi menjadi 3 bagian:
  1. Usus dua belas jari (duodenum). Pada duodenum terdapat saluran yang terhubung dengan kantung empedu dan pankreas. Cairan pankreas mengandung enzim lipase, amilase, trypsin. Lipase akan bekerja mencerna lemak, amilase akan mencerna amilum, dan tripsin yang mengubah protein menjadi polipeptida. Sementara itu cairan empedu juga bekerja pada kimus dengan cara mengemulsikan lemak yakni mengubah lemak jadi larut dengan air dan memberikan warna kuning pada tinja dan urin.
  2. usus kosong (jejunum), merupakan tempat pencernaan terakhir sebelum sari makanan diserap.
  3. usus penyerapan (ileum), permukaannya dipenuhi jonjot-jonjot usus atau vili yang berfungsi untuk memperluas bidang penyerapan sehingga kemampuan menyerap makanan lebih besar.
5. Usus Besar (Intestinum Crasum)

Usus besar terletak di antara ileum dan anus. Usus besar atau kolon memiliki panjang ± 1 meter dan terdiri atas kolon ascendens, kolon transversum, dan kolon decendens dan berakhir pada anus.
Pada pangkal usus besar terdapat usus buntu (sekum) dan umbai cacing (apendiks). Sedangkan bagian akhir usus besar adalah poros usus rektum). Rektum bermuara di dubur (anus).

Fungsi Usus Besar:
  1. Mengabsorpsi air dan mineral, tempat pembentukan vitamin K dan B12 (dengan bantuan bakteri Escherichia coli).
  2. Mengatur kadar air pada sisa makanan. Bila kadar air pada sisa makanan terlalu banyak, maka dinding usus besar akan menyerap kelebihan air tersebut. Sebaliknya bila sisa makanan kekurangan air, maka dinding usus besar akan mengeluarkan air dan mengirimnya ke sisa makanan. 
  3. Melakukan gerak peristaltik untuk mendorong tinja menuju anus.
B. Organ Tambahan
Sistem pencernaan manusia tidak hanya terdiri atas organ pencernaan utama saja, tetapi juga terdapat organ pencernaan tambahan berupa kelenjar-kelenjar pencernaan. Kelenjar ini berperan membantu dalam mencerna makanan. Kelenjar pencernaan berfungsi menghasilkan enzim-enzim yang digunakan dalam membantu pencernaan makanan secara kimiawi. Organ pencernaan tambahan ditunjukkan pada Gambar. 


C. Enzim Pencernaan
Enzim adalah sejenis protein yang mempercepat laju reaksi kimia dalam tubuh. Enzim-enzim pencernaan dihasilkan oleh kelenjar pencernaan.
Berikut ini enzim-enzim yang berperan dalam pencernaan.


Read More

Saturday, April 9, 2016

Prosedur Pengklasifikasian

Sesuai dengan pembelajaran sebelumnya Klasifikasi  Makhluk Hidup, Klasifikasi adalah suatu cara pengelompokan yang didasarkan pada ciri-ciri tertentu. 

Dasar Klasifikasi
Adapun dasar-dasar klasifikasi, antara lain:

  1. Persamaan dan perbedaan ciri
  2. Bentuk tubuh (Morfologi) dan alat dalam tubuh (Anatomi)
  3. Manfaat, ukuran, tempat hidup, dan cara hidupnya


Tujuan Pengklasifikasian
Klasifikasi makhluk hidup memiliki tujuan, antara lain:

  1. Mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri
  2. Mendeskripsikan ciri-ciri suatu jenis makhluk hidup untuk membedakannya dengan makhluk hidup jenis yang lain
  3. Mengetahui hubungan kekerabatan antar makhluk hidup
  4. Memberi nama makhluk hidup yang belum diketahui namanya
Dalam pengklasifikasian, terdapat beberapa kriteria, untuk (1) tumbuhan, antara lain Organ perkembangbiakan, Habitus/perawakan tumbuhan, Bentuk dan ukuran daun, Cara berkembangbiak, Manfaat tumbuhan, dan lain-lain, (2) hewan, antara lain Saluran pencernaan makanan, Kerangka (Skeleton), Anggota gerak, Jenis makanan, Cara berkembangbiak, dan lain-lain.

Kali ini kita akan pelajari cara sederhana untuk melakukan klasifikasi dengan menggunakan kunci determinasi.

Kunci Determinasi
Kunci determinasi adalah cara atau langkah untuk mengenali organisme dan mengelompokkannya pada takson makhluk hidup.  Uraian keterangan tentang ciri-ciri makhluk hidup yang disusun mulai dari ciri umum hingga ke ciri khusus untuk menemukan suatu jenis makhluk hidup. Kunci determinasi yang paling sederhana ialah kunci dikotom.

Kunci dikotom  merupakan kunci determinasi yang paling sederhana. Kunci dikotom berisi keterangan yang disusun berpasangan dan menunjukkan ciri yang berlawanan.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membuat kunci determinasi. :
  1. Kunci harus dikotomi
  2. Kata pertama dalam tiap pernyataan dalam 1 kuplet harus identik
  3. Pilihan atau bagian dari satu kuplet harus kontradiktif sehingga satu bagian bias diterima dan yang lain ditolak
Contoh:
Seorang siswa ingin membuat kunci determinasi dari beberapa tumbuhan berikut:
Lumut, Suplir, Jagung, Kedelai, Terung, Belinjo

Langkah 1 - Membuat Kunci Dikotom


Langkah 2 - Membuat kunci determinasi


Penggunaan Kunci Determinasi diatas, yaitu:
Khalif ingin menemukan kunci determinasi untuk tanaman Suplir, Jagung, dan Terung

Jawaban:
  • Kunci determinasi Suplir: 1a, 2a
  • Kunci determinasi Jagung: 1b, 3a, 4b
  • Kunci determinasi Terung: 1b, 3a, 4a, 5b
Read More

Klasifikasi Makhluk Hidup

Klasifikasi adalah suatu cara pengelompokan yang didasarkan pada ciri-ciri tertentu. Semua ahli biologi menggunakan suatu sistem klasifikasi untuk mengelompokkan tumbuhan ataupun hewan yang memiliki persamaan struktur. Kemudian setiap kelompok tumbuhan ataupu hewan tersebut dipasang-pasangkan dengan kelompok tumbuhan atau hewan lainnya yang memiliki persamaan dalam kategori lain. Hal itu pertama kali diusulkan oleh John Ray yang berasal dari Inggris. Namun ide itu disempurnakan oleh Carl Von Linne (1707-1778), seorang ahli botani berkebangsaan Swedia yang dikenal pada masa sekarang dengan Carolus Linnaeus.

Sistem klasifikasi Linnaeus tetap digunakan sampai sekarang karena sifatnya yang sederhana dan fleksibel sehingga suatu organism baru tetap dapat dimasukkan dalam sistem klasifikasi dengan mudah. Nama-nama yang digunakan dalam sistem klasifikasi Linnaeus ditulis dalam bahasa Latin karena pada zaman Linnaeus bahasa Latin adalah bahasa yang dipakai untuk pendidikan resmi.

Adapun tujuan Klasifikasi makhluk hidup adalah :
  1. Mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan ciri-ciri yang dimiliki
  2. Mengetahui ciri-ciri suatu jenis makhluk hidup untuk membedakannya dengan makhluk hidup dari jenis lain
  3. Mengetahui hubungan kekerabatan makhluk hidup
  4. Memberi nama makhluk hidup yang belum diketahui namanya atau belum memiliki nama


Selain memiliki tujuan, klasifikasi memiliki manfaat bagi manusia, antara lain :
  1. Klasifikasi memudahkan kita dalam mmpelajari makhluk hidup yang sangat beraneka ragam
  2. Klasifikasi membuat kita mengetahui hubungan kekerabatan antarjenis makhluk hidup
  3. Klasifikasi memudahkan komunikasi


PROSES KLASIFIKASI
Para biologiawan masih menggunakan buku Linnaeus yang berjudul Systema Naturae (sistem Alam) yang diterbitkan tahun 1758 sebagai dasar untuk klasifikasi ilmiah. Ada tiga tahap yang harus dilakukan untuk mengklasifikasikan makhluk hidup.
  1. Pencandraan (identifikasi), Pencandraan adalah proses mengidentifikasi atau mendeskripsi ciri-ciri suatu makhluk hidup yang akan diklasifikasi.
  2. Pengelompokan, setelah dilakukan pencandraan, makhluk hidup kemudian dikelompokkan dengan makhluk hidup lain yang memiliki ciri-ciri serupa. Makhluk hidup yang memiliki ciri serupa dikelompokkan dalam unit-unit yang disebut takson.
  3. Pemberian nama takson, selanjutnya kelompok-kelompok ini diberi nama untuk memudahkan kita dalam mengenal ciri-ciri suatu kelompok makhluk hidup.


TINGKATAN TAKSON
Dalam sistem klasifikasi, makhluk hidup dikelompokkan menjadi suatu kelompok besar kemudian kelompok besar ini dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil. Kelompok-kelompok kecil ini kemudian dibagi lagi menjadi kelompok yang lebih kecil lagi sehingga pada akhirnya terbentuk kelompok- kelompok kecil yang beranggotakan hanya satu jenis makhluk hidup. Tingkatan-tingkatan pengelompokan ini disebut takson. Taksa (takson) telah distandarisasi di seluruh dunia berdasarkan International Code of Botanical Nomenclature dan International Committee on Zoological Nomenclature. Urutan takson antara lain :
  • Kingdom - Dunia/ Kerajaan
  • Divisio - Divisi/ Filum
  • Clasis - Kelas
  • Order - Ordo
  • Familia - Suku
  • Genus - Marga
  • Species - Jenis

KINGDOM.
Kingdom merupakan tingkatan takson tertinggi makhluk hidup. Kebanyakan ahli Biologi sependapat bahwa makhluk hidup di dunia ni dikelompokkan menjadi 5 kingdom (diusulkan oleh Robert Whittaker tahun 1969). Kelima kingdom tersebut antara lain : Monera, Proista, Fungi, Plantae, dan Animalia

FILUM/DIVISIO (KELUARGA BESAR).
Nama filum digunakan pada dunia hewan, dan nama division digunakan pada tumbuhan. Filum atau division terdiri atas organism-organisme yang memiliki satu atau dua persamaan ciri. Nama filum tidak memiliki akhiran yang khas sedangkan nama division umumnya memiliki akhiran khas, antara lain phyta dan mycota.

KELAS (CLASSIS).
Kelompok takson yang satu tingkat lebih rendah dari filum atau divisio

ORDO (BANGSA).
Setiap kelas terdiri dari beberapa ordo. Pada dunia tumbuhan, nama ordo umumnya diberi akhiran ales.
FAMILI. Family merupakan tingkatan takson di bawah ordo. Nama family tumbuhan biasanya diberi akhiran aceae, sedangkan untuk hewan biasanya diberi nama idea.

GENUS (MARGA).
Genus adalah takson yang lebih rendah dariada family. Nama genus terdiri atas satu kata, huruf pertama ditulis dengan huruf capital, dan seluruh huruf dalam kata itu ditulis dengan huruf miring atau dibedakan dari huruf lainnya.

SPECIES (JENIS).
Species adalah suatu kelompok organism yang dapat melakukan perkawinan antar sesamanya untuk menghasilkan keturunan yang fertile (subur)

TATA NAMA BINOMIAL NOMENCLATURE
Banyak makhluk hidup mempunyai nama local. Nama ini bisa berbeda antara satu daerah dan daerah lainnya. Untuk memudahkan komunikasi, makhluk hidup harus diberikan nama yang unik dan dikenal di seluruh dunia. Berdasarkan kesepakatan internasional, digunakanlah metode binomial nomenclature. Metode binominal nomenclature (tata nama ganda), merupakan metode yang sangat penting dalam pemberian nama dan klasifikasi makhluk hidup. Disebut tata nama ganda karena pemberian nama jenis makhluk hidup selalu menggunakan dua kata (nama genus dan species)

Aturan pemberian nama adalah sebagai berikut :
  • Nama species terdiri atas dua kata, kata pertama merupakan nama genus, sedangkan kata kedua merupakan penunjuk jenis (epitheton specificum)
  • Huruf pertama nama genus ditulis huruf capital, sedangkan huruf pertama penunjuk jenis digunakan huruf kecil
  • Nama species menggunakan bahasa latin atau yang dilatinkan
  • Nama species harus ditulis berbeda dengan huruf-huruf lainnya (bisa miring, garis bawah, atau lainnya)
  • Jika nama species tumbuhan terdiri atas lebih dari dua kata, kata kedua dan berikutnya harus digabung atau diberi tanda penghubung.
  • Jika nama species hewan terdiri atas tiga kata, nama tersebut bukan nama species, melainkan nama subspecies (anak jenis), yaitu nama takson di bawah species
  • Nama species juga mencantumkan inisial pemberi nama tersebut, misalnya jagung (Zea Mays L.). huruf L tersebut merupakan inisial Linnaeus.


Read More

Saturday, February 13, 2016

KELANGSUNGAN HIDUP MAKHLUK HIDUP

SK : 2. Memahami kelangsungan hidup makhluk hidup
KD : 2.1 Mengidentifikasi kelangsungan hidup makhluk hidup melalui adaptasi, seleski alam, dan perkembangbiakan

Dasar Pemikiran
  • Mengapa dinosaurus punah? 
  • Mengapa burung Cendrawasih banyak ditemukan di hutan Papua, tidak di hutan-hutan Pulau Jawa? 
  • Mengapa burung pipit berbeda makanannya dengan burung kolibri? 
  • Mengapa belalang berwarna hijau lebih banyak ditemukan di lapangan rumput daripada belalang warna coklat? 
  • Apa tujuan bunglon mengubah warna tubuhnya?
  • Itu semua diakibatkan adanya usaha dari makhluk hidup itu sendiri untuk dapat bertahan terus hidup.


Faktor Kelangsungan Hidup Makhluk Hidup
Kelangsungan hidup organisme dipengaruhi oleh :

  1. kemampuan adaptasi terhadap lingkungan, 
  2. Perkembangbiakan,
  3. seleksi alam

1. Adaptasi
Adaptasi adalah kemampuan organisme untuk menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan sehingga mampu mempertahankan kelangsungan hidupnya.cSemakin tinggi kemampuan adaptasi suatu jenis organisme, maka semakin besar pula kemungkinan kelangsungan hidup jenis organisme tersebut.  Ada tiga cara adaptasi, yaitu adaptasi morfologi, adaptasi fisiologi, dan adaptasi tingkah laku.

A. Adaptasi Morfologi
Adaptasi morfologi adalah penyesuaian struktur alat tubuh luar terhadap lingkungan tempat hidupnya.


B. Adaptasi Fisiologi
Adaptasi fisiologi adalah adaptasi pada fungsi kerja alat-alat tubuh untuk menyesuaikan dengan keadaan lingkungan. Contohnya jumlah denyut jantung per menit akan meningkat
saat kamu berlari.
Ikan di laut harus banyak minum untuk menyeimbangkan tubuhnya terhadap kadar garam di laut.

C. Adaptasi Tingkah Laku
Adaptasi tingkah laku adalah penyesuaian tingkah laku makhluk hidup terhadap lingkungan tempat hidupnya.
Contoh:

  1. Mimikri. Ikan di laut harus banyak minum untuk menyeimbangkan tubuhnya terhadap kadar garam di laut. Perubahan warna kulit sesuai warna lingkungannya seperti yang dilakukan oleh bunglon tersebut dinamakan mimikri.
  2. Autotomi. Dalam keadaan bahaya, cecak mengelabui musuhnya dengan cara memutuskan ekornya disebut autotomi.
  3. Hibernasi. Sementara itu hewan yang lain bertahan hidup dengan terlelap dalam suatu tidur khusus yang dinamakan hibernasi.
  4. Estivasi. Beberapa hewan bergerak mencari tempat perlindungan dan tidur. Tidur di musim panas disebut estivasi.


2. Perkembangbiakan
Perkembangbiakan menghasilkan individu-individu baru dengan ciri khas yang mirip dengan induknya. Kemampuan makhluk hidup untuk berkembang biak disebut dengan tingkat reproduksi. Ada organisme yang tingkat reproduksinya yang tinggi dan ada pula yang rendah.

Organisme yang memiliki tingkat reproduksi tinggi mampu menghasilkan keturunan yang banyak dalam waktu singkat, contohnya adalah tikus, siput, dan serangga. Organisme dengan tingkat reproduksi rendah memiliki jumlah keturunan sedikit dan jangka waktu berkembangbiaknya lama, contohnya adalah harimau, gajah, dan badak bercula satu.

Perkembangbiakan organisme dapat dibedakan menjadi dua cara, yaitu perkembangbiak secara vegetatif  dan secara generatif.

A. Perkembangbiakan Vegetatif
Perkembangbiakan vegetatif adalah terjadinya individu baru tanpa adanya peleburan sel kelamin jantan dan sel kelamin betina.
Contoh perkembangbiakan vegetatif adalah dengan pembentukan tunas (misalnya pada pisang, jamur ragi), membelah diri (misalnya pada bakteri), spora (misalnya pada jamur, tumbuhan paku dan lumut), dan fragmentasi.



B. Perkembangbiakan Generatif
Perkembangbiakan secara generatif adalah terjadinya individu baru didahului oleh peleburan sel kelamin jantan dan sel kelamin betina seperti yang disebut fertilisasi (pembuahan). Contoh perkembangbiakan secara generatif adalah perkembangbiakan dengan ovipar (bertelur), ovovivipar (bertelur-beranak), dan vivipar (beranak).



3. Seleksi Alam
Seleksi = pemilihan
Jadi seleksi alam adalah pemilihan yang dilakukan oleh alam terhadap makhluk hidup yang ada di dalamnya, makhluk hidup yang sesuai dengan alam akan terus hidup sedangkan yang tidak sesuai akan mati yang pada akhirnya punah. Kelangsungan hidup organisme dipengaruhi oleh ketersediaan makanan, tempat hidup dan berlindung, oksigen, cahaya, dan air.  Selain faktor lingkungan, persaingan untuk memenuhi kebutuhan hidup juga memengaruhi kelangsungan hidup suatu organisme.

Bukti-bukti  seleksi alam secara tidak langsung sebagai berikut.

  • Organisme memproduksi keturunannya lebih banyak dari pada yang bertahan hidup.
  • Ditemukan adanya variasi di antara individuindividu di dalam satu jenis.
  • Beberapa variasi dari anggota populasi berhasil bertahan dan menghasilkan keturunan lebih baik dari pada yang lainnya.
  • Dengan berjalannya waktu, individu-individu anak yang memiliki variasi yang menguntungkan, akan mendukung pertumbuhan populasi.


Seleksi alam memberikan hasil berupa individu-individu yang memiliki sifat yang paling baik dan paling cocok dengan lingkungannya.  Oleh karena itu pada teori ini terdapat konsep yang sangat penting, yaitu “survival of the fittest”


Read More

Friday, November 13, 2015

ORGANISASI KEHIDUPAN

Sel – Jaringan – Organ – Sistem Organ – Organisme

1. Sel


Sel (cella : rongga kecil) adalahu unit terkecil dari makhluk hidup. Sel terdiri dari tiga bagian utama, yaitu
Contoh Sel

  • Membran Sel, bagian terluar yang berfungsi untuk melakukan pertukaran zat dalam sel. Zat itu antara lain oksigen, zat makanan dan sisa metabolisme.
  • Protoplasma, cairan yang mengisi seluruh bagian sel. Terdiri dari 2 bagian, yaitu (a) sitoplasma, cairan kental yang berada diluar inti sel, (b) nukleoplasma, cairan yang ada di dalam inti sel.
  • Inti Sel, Merupakan bagian terpenting yang mengatur seluruh kegiatan sel. Biasanya bentuk inti sel bulat dan di dalamnya terdapat kromosom yang merupakan benang-benang pembawa sifat keturunan.


2. Jaringan
Dalam organisme bersel satu jelas hanya ada satu sel saja. Tetapi organisme yang bersel banyak dalam tubuh akan terdapat kumpulan sel–sel. Kumpulan sel–sel tersebut terdiri dari berbagai macam bentuk yang mempunyai fungsi yang berbeda–beda. Kumpulan sel atau sekelompok sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama disebut jaringan.Macam–macam jaringan, yaitu:

a. Jaringan pada tumbuhan
  • Jaringan epidermis yaitu jaringan yang melapisi permukaan tubuh tumbuhan, baik pada akar, batang dan daun. Jaringan ini tersusun rapat berfungsi untuk sebagai jaringan pelindung.
    Contoh Jaringan
  • Jaringan meristem yaitu tersusun atas sel sel yang selalu membelah. Terdapat pada embrio di ujung akar, ujung batangdan cambium.
  • Jaringan pengangkutan yaitu jaringan sebagai pembuluh yang mengangkut air dan zat-zat makanan. Ada 2 macam jaringan pengangkutan yaitu : a. Jaringan floem atau pembuluh tapis berfungsi untuk mengangkut air dan hasil fotosintesis dari daun. b. Jaringan xilem atau pembuluh kayu berfungsi mengangkut air dan garam-garam mineral dari akar.
  • Jaringan penyokong. Merupakan sel sel dinding yang mengalami penebalan sehingga menjadi keras. Contoh pada kulit biji.
  • Jaringan parenkim. Merupakan jaringan dasar yang terdapat di antara jaringan–jaringan lainnya. Berfungsi sebagai tempat menyimpan makanan. Jaringan perenkim pada daun mengandung kloroplas untuk fotosintesis dan dibedakan menjadi dua yaitu jaringan spons dan jaringan pagar.

b . Jaringan pada hewan dan manusia
  • Jaringan epitel merupakan jaringan yang melapisi permukaan tubuh atau organ baik permukaan dalam maupun permukaan luar. Bentuk jaringan ini pipih, kubus, dan silinder.
  • Jaringan otot merupakan jaringan yang tersusun atas sel-sel otot dan bersifat lentur. Terdapat tiga (3) macam jaringan otot, yaitu: a) Otot polos terdapat pada dinding alat–alat dalam. b) Otot lurik terdapat pada rangka. c) Otot jantung terdapat pada dinding jantung.
  • Jaringan syaraf merupakan jaringan yang tersusun atas sel–sel syaraf. Setiap sel syaraf terdiri dari badan sel dan serabut syaraf.
  • Jaringan ikat merupakan jaringan yang menghubungkan bagian tubuh dengan bagian tubuh yang lain.
  • Jaringan penyokong atau penunjang merupakan jaringan yang terdiri dari jaringan tulang rawan dan jaringan tulang. Jaringan penyokong berfungsi untuk memberi bentuk tubuh, melindungi tubuh dan menguatkan tubuh.
3. Organ
Organ adalah kumpulan dari beberapa jaringan untuk melaksanakan fungsi tertentu. 

Contoh organ pada tumbuhan, antara lain:
Contoh Organ
  • Daun terdiri dari beberapa jaringan yaitu jaringan epidermis, jaringan pagar, jaringan bunga karang, jaringan pengangkutan. Jaringan epidermis sebagai pelindung jaringan lain, jaringan pagar dan jaringan bunga karang membentuk jaringan perenkim untuk digunakan sebagai tempat fotosintesis.
  • Akar terdiri dari jaringan epidermis, parenkim dan pengangkutan. Akar mempunyai fungsi menempelkan dan menancapkan tubuhtumbuhan dalam tanah.
  • Batang merupakan penghubung antara akar dan batang terdiri dari jaringan jaringan epidermis, parenkim dan pengangkutan. 
Contoh organ pada hewan dan manusia, antara lain:
  • Jantung terdiri dari jaringan epitel, otot, ikat, dan syaraf. Jantung berfungsi untuk memompa darah.
  • Mata terdiri dari jaringan otot, syaraf, ikat, darah, dan lain–lain.
  • Ginjal terdiri jaringan otot, ikat, syaraf, dan lain–lain.
4. Sistem Organ
Di dalam tubuh organ–organ akan bekerja sama satu dengan lainnya. Tanpa ada kerjasama dengan organ lain proses dalam tubuhtidak akan terjadi. Contoh jantung berfungsi untuk mengedarkan darah, tak dapat berkerja tanpa adanya organ lain seperti pembuluh darah. Begitu juga sebaliknya pembuluh tidak dapat berkerja tanpa adanya jantung. Kumpulan organ–organ dengan sistem tertentu disebut sistem organ.
Sistem organ pada tumbuhan, antara lain :
Contoh Sistem Organ
  • terdapat beberapa sistem yang dihubungkan dengan akar, batang, dan daun. Misalnya sistem pengangkutan, sistem pelindung, sistem penyokong dan lain sebagainya. 
Sistem organ pada hewan dan manusia, antara lain:
  • Sistem pencernaan makanan terdiri dari: organ mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar dan anus.
  • Sistem pernafasan manusia terdiri dari : laring, tenggorokan, dan paru-paru.
  • Sistem peredaran darah manusia terdiri dari: jantung, pembuluh darah dan pembuluh getah bening.
  • Sistem pengeluaran terdiri dari : ginjal, kulit, paru-paru, hati
  • Sistem hormon terdiri dari anak ginjal, hifofisis, adrenal, dll
Di antara sistem–sistem tersebut, tidak bekerja sendiri–sendiri. Tetapi saling bekerja sama sehingga membentuk proses kehidupan dalam organisme. Di dalam organisme terjadi susunan organisasi yang membentuk suatu organisme. 

Read More