Showing posts with label Kurikulum2013. Show all posts
Showing posts with label Kurikulum2013. Show all posts

Thursday, February 6, 2020

Bioteknologi

A. Pengertian dan Perkembangan Bioteknologi

Bioteknologi berasal dari kata bio (makhluk hidup) dan teknologi (cara/ alat untuk memudahkan manusia dalam memecahkan masalah atau membuat produk yang berguna). Bioteknologi adalah penggunaan organisme atau bagian dari organisme untuk membuat suatu produk atau jasa, sehingga dapat mensejahterakan manusia. Bioteknologi mulai berkembang pesat sejak tahun 1857, setelah Louis Pasteur menemukan hasil fermentasi yang dilakukan oleh mikroorganisme.

Berdasarkan pemanfaatan mikroorganisme, bioteknologi dibagi menjadi dua, yaitu bioteknologi konvnsional dan biotknologi modern.
Bioteknologi yang memanfaatkan secara langsung mikroorganisme (missal bakteri, jamur atau enzim yang dihasilkan mikroorganisme) dalam menghasilkan produk atau jasa disebut bioteknologi konvensional. Contoh : tempe, tahu, tapai, roti, keju, dan yoghurt.
Seiring perkembangan teknologi, bioteknologi melibatkan prinsip biokimia, biologi molekuler, dan rekayasa genetika disebut bioteknologi modern. Contoh: Organisme transgenik (orgnisme yang menggunakan gen dari organisme lain di dalam tubuhnya).

B. Penerapan Bioteknologi
1. Bioteknologi Pangan

Tapai
Tapai (khamir Saccharomyces cerevisiae, jamur Aspergillus sp., dan bakteri Actobacter aceti)

Perubahan Kimia dalam Proses Pembuatan Tapai
Langkah-langkah Pembuatan Tapai
Langkah prosedur pembuatan tapai

Yoghurt
Yoghurt  merupakan makanan yang dihasilkan dari proses fermentasi susu dengan bantuan bakteri.
Yoghurt (Lactobacillus casei, Streptococcus thermophillus, Lactobacillus bulgaricus, dan Bifidobacteria). Bahan yang penting (komponen susu) dan paling berperan dalam pembuatan yoghurt adalah laktosa, protein, lemak dan kasein. 

Lactobacillus bulgarius menghidrolisis protein menjadi asam amino dan peptida (nutrisi bagi Streptococcus thermophillus). Streptococcus thermophillus menghidrolisis laktosa menjadi asam laktat. Asam laktat yang terbentuk hasil fermentasi laktosa menyebabkan keasaman susu meningkat atau pH susu semakin menurun. Kasein mempunyai sifat peka terhadap keasaman (pH). Jika pH susu rendah sampai kurang dari pH 4,6 maka kasein menjadi tidak stabil dan akan terkoagulasi (menggumpal) sehingga membentuk padatan.
Langkah Prosedur Pembuatan Yoghurt

Keju
Selama pembuatan, susu dibuat dalam kondisi asam dan ditambahkan rennet (kompleks enzim yang dihasilkan di dalam perut hewan memamah biak, penyusun utamanya enzim renin). Enzim renin berperan penting dalam memisahkan dan mengentalkan protein dalam susu,  sehingga terbentuk bagian padat yaitu dadih (curd) dan bagian cair, yaitu air dadih (whey). Selain menggunakan rennet, untuk menggumpalkan protein kasein dapat menggunakan enzim protase yang dihasilkan oleh tumbuhan seperti, tumbuhan keper (Capparis spinose L), utrika (Urtica dioica L.), cinera (Carduus nutans L.), dan malva (Malva sylvestris), dan juga jamur Rhizomucor miehei.

Tempe
Tempe dibuat menggunakan teknik fermentasi dengan menumbuhkan jamur Rhizopus oryzae dan Rhizopus oligosporus pada biji kedelai. Pada proses pertumbuhannya, jamur akan menghasilkan benang-benang yang disebut hifa, mengakibatkan biji-bijian kedelai saling terikat dan membentuk struktur yang kompak. Kandungan gizi tempe lebih rendah dibandingkan kedelai, tetapi tempe lebih baik di konsumsi karena pada pertumbuhan jamur akan menghasilkan enzim protase yang mengubah protein kedelai menjadi asam amino yang mudah dicerna

Kecap
Kecap merupakan hasil hidrolisis fermentasi dengan menggunakan jamur Aspergillus oryzae, Aspergillus sojae,  dan Aspergillus wentii. Di Jepang, ditambahkan Saccharomyces cevisiae dan spesies Lactobacillus untuk menghasilkan aroma khas.

Langkah Prosedur Pembuatan Kecap



Roti
Bahan utama tepung dan air, difermentasi dengan Saccharomycer cerevisiae, menghasilkan  gas karbondioksida dan sedikit alkohol.
Gas karbondioksida mengakibatkan roti mengembang, dan alkohol memberikan aroma khas.

Minuman beralkohol
Bahan biji serealia (bir), dan ekstrak anggur (wine) difermentasikan dengan bantuan Saccharomyces.
Semakin lama proses fermentasenya memengaruhi jumlah alcohol yang dihasilkan.

2. Bioteknologi Pertanian
Manfaat bioteknologi pertanian:
  • Mengatasi keterbatasan lahan
  • Meningkatkan produksi tanaman budi daya
  • Tahan terhadap herbisida dan insektisida
  • Mengurangi pemakaian bahan kimia berbahaya
Bioteknologi modern pertanian dilakukan dengan menerapkan teknik rekayasa genetika, yaitu dengan melakukan manipulasi susunan gen suatu organisme sehingga dapat dihasilkalkan organisme yang memiliki sifat baru (tanaman transgenik).

Teknik rekayasa genetika dalam bioteknologi pertanian:
  • Menyiapkan potongan DNA yang mengandung gen tertentu
  • Menyiapkan vector (perantara), misanya menggunakan plasmid Ti yang diambil dari bakteri Agrobacterium tumefaciens.
  • Menggabungkan potongan (merekombinasi) potongan DNA yang mengandung gen tertentu dengan plasmid Ti menggunakan enzim ligase.
  • Memasukkan plasmid Ti yang telah mengandung gen tertentu pada sel-sel tanaman
  • Tanaman akan mendapatkan DNA yang mengandung gen tertentu dan tumbuh menjadi tanaman yang memiliki sifat tertentu.

Teknik Rekayasa Genetika
3. Bioteknologi Pertanian
Seperti pada bioteknologi pertanian, bioteknologi peternakan menghasilkan hewan transgenik melalui teknik rekayasa genetika. Misalnya, pengembangan sapi transgenik yang tahan terhadap mastitis (penyakit pembengkakan pada kelenjar susu yang disebabkan oleh infeksi bakteri Staphylococcus aureus) dengan cara memasukkan gen pengode enzim lysostaphin yang diambil dari bakteri Staphylococcus simulans. Salah satu teknik rekayasa genetika yang banyak digunakan dalam bioteknologi peternakan, yaitu kloning.



Read More

Wednesday, February 27, 2019

Interaksi Makhluk Hidup dengan Lingkungan

A. Pengertian Lingkungan
Istilah lingkungan berasal dari kata Environment, yang dapat diartikan sebagai segala sesuatu di luar individu (makhluk hidup). Setiap makhluk hidup memerlukan lingkungan tertentu sebagai tempat hidupnya. Tempat hidup makhluk hidup ini disebut habitat. Suatu habitat terdiri atas dua komponen utama, yaitu sebagai berikut.
1) Komponen biotik, terdiri atas makhluk hidup seperti: manusia, hewan, tumbuhan, dan jasad renik.
2) Komponen biotik, terdiri atas benda-benda mati seperti: air, tanah, udara, cahaya, dan sebagainya.

Pada suatu habitat akan terjadi interaksi antara makhluk hidup dan makhluk tak hidup atau ekosistem. Jadi, ekosistem adalah interaksi antara organisme dan organisme lainnya serta segala sesuatu yang tidak hidup di suatu ruang dan waktu tertentu.

Komponen-komponen pembentuk ekosistem meliputi komponen hidup (biotik) dan komponen tak hidup (abiotik). Kedua komponen tersebut berada pada suatu tempat dan berinteraksi membentuk suatu kesatuan yang teratur. Misalnya, pada suatu ekosistem akuarium, ekosistem ini terdiri atas ikan, tumbuhan air, plankton yang terapung di air sebagai komponen biotik. Adapun yang termasuk komponen abiotik adalah air, pasir, batu, mineral, dan oksigen yang terlarut dalam air.
Gambar akuarium
B. Interaksi dalam Ekosistem
Setiap orgnaisme (komponen biotik) selalu bergantung pada organisme lain dan lingkungannya. 
Saling ketergantungan ini akan membentuk suatu pola interaksi. Terjadi pula interaksi antara komponen biotik serta komponen abiotik dan terjadi pula interaksi antara komponen biotik dan biotik.

Interkasi tersebut mencakup 3 hal, yaitu sebagai berikut.
1) Interaksi antara makhluk hidup dengan makhluk tak hidup
Hubungan antara komponen biotik dan abiotik. Biotik akan memengaruhi abiotik, dan abiotik akan memengaruhi biotik. Contoh, tumbuhan dapat hidup baik apabila lingkungan memberikan unsur-unsur yang dibutuhkan tumbuhan tersebut, contohnya air, udara,cahaya, dan garam–garam mineral. 

2) Interaksi antara makhluk hidup dengan makhluk hidup lainnya 
Hubungan ini dapat terjadi melalui rangkaian peristiwa makan dan dimakan (rantai makanan, jaring makanan dan piramida makanan), maupun melalui bentuk hidup bersama, yaitu simbiosis..

a. rantai makanan
Aliran energi dan siklus materi di suatu komunitas tampak jelas pada peristiwa makan dan dimakannya anggota komunitas oleh anggota komunitas lainnya. Peristiwa ini disebut rantai makanan. 
Gambar rantai makanan

Dalam peristiwa rantai makanan, interaksi antara makhluk hidup dengan makhluk hidupnya dikelompokkan menjadi 3, yaitu produsen, konsumen, dan pengurai.
Produsen merupakan organisme yang mampu menghasilakan makana sendiri yang disebut dengan autotrof dan konsumen merupakan organisme yang tidak mampu menghasilkan makanan sendiri atau memakan makanan dari produsen disebut  heterotrof. Organisme heterotrof berdasarkan jenis yang dimakan dibagi menjadi 3 (tiga), yaitu herbivora, karnivora, dan omnivora.

b. jaring-jaring makanan
Saling keterkaitan antar rantai-rantai makanan yang terdapat pada suatu komunitas akan membentuk aliran energi dan siklus materi yang lebih luas, yang disebut jaring-jaring makanan.
Gambar jaring-jraing makanan
c. piramida makanan
Piramida makanan dibedakan berdasarkan, 
1. Piramida jumlah
2. Piramida biomassa
3. Piramida energi

Gambar piramida makanan
d. simbiosis
Simbiosis merupakan bentuk hidup bersama antara dua individu yang berbeda jenis. Ada beberapa jenis simbiosis, yaitu simbiosis mutualisme, simbiosis komensalisme, dan simbiosis parasitisme.

Interaksi simbiosis
Contoh simbiosis

C. Pola Interaksi Manusia Memengaruhi Ekosistem
Manusia juga memiliki interaksi dalam lingkungan. Manusia dapat memengaruhi lingkungan dan lingkungan dapat memengaruhi manusia. Berubahnya lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam menyebabkan kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu, akibatnya lignkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya. Hal ini juga akan berdapat pada organisme (komponen bitik) lainnya. Sehingga, ekosistem sangat bergantung pada manusia.
Read More

Wednesday, February 6, 2019

Jaringan Pada Makhluk Hidup

Setiap sel suatu organisme memiliki ukuran yang bervariasi. Ukuran sel mencerminkan fungsi yang dilakukan sel bersangkutan. Pada organisme bersel banyak, seringkali sel tidak dapat bekerja sendiri. Setiap sel bergantung kepada sel yang lain. Kerja sama dan interaksi di antara sel ini menyebabkan organisme dapat mempertahankan hidupnya. Sel-sel yang mempunyai fungsi dan bentuk sama akan berkelompok. Kelompok sel disebut jaringan.
Jaringan merupakan kelompok sel yang memiliki fungsi dan ukuran yang sama
JARINGAN PADA HEWAN
Hewan maupun manusia mempunyai bermacam-macam jaringan juga. Ada jaringan epitel,jaringan penghubung (konektif),  jaringan otot, jaringan tulang rawan, jaringan saraf, dan sebagainya.

a) Epitel
Jaringan ini dibuat dari sel-sel memadat yang tersusun dalam lapisan pipih. Jaringan ini melapisi berbagai rongga dan tabung pada tubuh, serta membentuk kulit yang membungkus tubuh.
Fungsi jaringan epitel adalah 
  • melindungi jaringan di bawahnya terhadap kerusakan karena gesekan mekanis, radiasi UV, dan serangan bakteri, 
  • melapisi seluruh kelenjar pencernaan pada tubuh, tabung air dan rongga paru-paru 
  • menghasilkan sel-sel kelamin yang akan dilepaskan dari tubuh.
Contoh Jaringan Epitel
b) Konektif/Penghubung
Berfungsi memberi kekuatan, bantuan, dan perlindungan kepada bagian-bagian lemah pada tubuh, contohnya tulang rawan, mengikat bagian-bagian tubuh.
Beberapa jaringan konektif, antara lain:
  • Jaringan konektif berserat berfungsi untuk (1) bahan pengemas dan pengikat bagi sebagian besar organ, dan (2) lintasan bagi pembuluh darah. Contohnya Selaput otot (fasia) 
  • Jaringan hematopoietik/sumsum tulang belakang yang merupakan sumber semua sel yang ada dalam darah. Meliputi sel-sel darah merah (untuk mengangkut gas-gas), lima (5) macam sel darah putih (untuk antibodi), dan platelet (untuk penggumpalan darah).
Contoh Jaringan Konektif Berserat
c) Otot
Jaringan otot, antara lain:
  • Otot halus melapisi dinding organ berongga pada tubuh. Misalnya usus dan pembuluh darah kontraksinya menciutkan ukuran organ-organ tubuh yang berongga.
  • Otot rangka, terdiri atas serat-serat panjang yang kontraksinya menimbulkan gerak pindah (locomotion) dan juga terjadinya macam-macam gerak tubuh lainnya.
  • Otot jantung merupakan otot yang membentuk jantung.
Contoh Jaringan Otot
d) Saraf
Saraf terdiri atas neuron, yaitu sel-sel khusus yang menghantar implus saraf elektrokimia. Setiap neuron terdiri atas tubuh sel yang berisikan nukleus dan memiliki sambungan seperti rambut. Sepanjang sambungan inilah berjalan impuls saraf (neurit/ akson) yang ujung-ujung sambungan ini (dendrit) bertemu dengan neuron-neuron lain atau jaringan-jaringan lain (misalnya otot).

Contoh Jaringan Saraf
JARINGAN PADA TUMBUHAN
Tumbuhan mempunyai dua jenis jaringan, yaitu jaringan meristem dan jaringan permanen seperti jaringan pelindung (epidermis), jaringan penguat (sklerenkim dan kolenkim, jaringan  parenkim, jaringan pengankutan (xylem dan floem) dan jaringan gabus (Periderm). 

a) Jaringan meristem
Berdasarkan asal pembentukannya, jaringan meristem dibagi tiga, yaitu promeristem, meristem primer, dan meristem sekunder. Menurut letaknya, jaringan meristem dibedakan menjadi meristem apikal, interkalar, dan lateral. Berdasarkan sifat-sifat dasar selnya, jaringan meristem dibagi menjadi meristem primer dan meristem sekunder.

Jaringan meristem, berfungsi
  • Merupakan jaringan yang aktif membelah.
  • Disebut juga jaringan meristematik atau embrional.
  • Terdapat pada ujung akar, ujung batang, dan kambium ikatan pembuluh.
  • Tumbuh secara vertikal dan horisontal
Contoh Jaringan Meristem
b) Jaringan Permanen
Jaringan permanen meliputi jaringan epidermis, jaringan parenkim, jaringan penyokong (kolenkim dan sklerenkim), jaringan pengangkut (xilem dan floem), serta jaringan gabus.

1. Jaringan pelindung (jaringan epidermis)
Merupakan selapis sel pipih, tipis, dan rapat. Terletak paling luar/tepi. Memiliki lapisan kutikula/lilin. Berfungsi untuk menutupi permukaan daun, bunga, buah dan akar.
Contoh Jarinan Epidermis
2. Jaringan Stereon/Penguat 
a. jaringan sklerenkim
Merupakan sel-sel yang telah mati, terdiri atas fiber/serat dan sel batu/sklereid. Mengalami penebalan pada seluruh dinding sel oleh zat lignin/zat kayu. Bersifat kaku/mudah patah. Berfungsi untuk melindungi dan menguatkan bagian dalam sel.

Contoh Jaringan Sklerenkim
b. Jaringan kolenkim
Penebalan terjadi di sudut-sudut sel oleh zat selulose. Bersifat lentur/fleksibel. Mengandung klorofil. Terdapat pada batang, daun, buah, dan akar. Berfungsi untuk menguatkan tubuh tumbuhan.

Contoh Jaringan Kolenkim
3. Jaringan Parenkim
Disebut juga jaringan dasar. Berada juga di berkas pengangkutan (BP). Bentuknya bermacam-macam seperti, tiang/palisade, spons/ bunga karang, bintang, dan lipatan. Selnya tipis dan terdapat ruang antarsel (r.a.s.). Berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan, air, udara, fotosintesis, dan transportasi.
Contoh Jaringan Parenkim
4. Jaringan Pengankutan
a. Jaringan Xylem
Disebut jaringan kayu. Terletak di bagian paling dalam. Memiliki trakeid yang mengalami penebalan. Berfungsi untuk mengangkut air, garam mineral, dan unsur hara dari akar ke daun dan seluruh jaringan tubuh.

b. Jaringan Floem
Disebut juga jaringan tapis. Terletak di sebelah luar jaringan xilem. Memiliki sel tapis yang bentuknya kecil dan sel tetangga. Berfungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan.

Contoh Jaringan Pengankutan
5. Jaringan Gabus (Periderm)
Merupakan sel pengganti epidermis yang telah mati. Mengandung zat suberin/zat gabus. Berfungsi sebagai pelindung dan jalur transportasi air.

Contoh Jaringan Periderm/ Gabus

Read More

Wednesday, January 16, 2019

Sel sebagai Unit Struktural dan Fungsional Kehidupan

Pada hierarki organisasi kehidupan, sel berada di tingkatan struktural terendah yang masih mampu menjalankan semua fungsi kehidupan. Sel mampu melakukan regulasi terhadap dirinya sendiri, memproses energi, tumbuh dan berkembang, tanggap terhadap lingkungan, serta melakukan reproduksi untuk melestarikan jenisnya.
Setiap organisme tersusun dari salah satu dari dua jenis sel yang secara struktural berbeda, yaitu sel prokariotik dan sel eukariotik. Bakteria dan arkea yang memiliki sel prokariotik.  Protista, jamur, tumbuhan, dan hewan semuanya mempunyai sel eukariotik.

1. Sel Prokariotik
Sel prokariotik (berasal dari bahasa Yunani prokaryote, pro berarti “sebelum” dan karyon berarti “karnel” atau “nukleus”).  Sel prokariotik memiliki nukleus/inti sel tetapi inti sel tersebut tidak diselubungi membran inti.

Struktur sel (organel sel)  Prokariotik (a) Bacillus coagulans (b) Dilihat dengan Menggunakan Mikroskop Elektron

2. Sel Eukariotik
Sel eukariotik ((berasal dari bahasa Yunani eukaryote, eu berarti “sejati/sebenarnya” dan karyon berarti “karnel” atau “nukleus). Sel eukariotik merupakan sel yang memiliki inti sel dan inti sel tersebut dibungkus oleh membran inti

Struktur Sel (organel sel) Eukariotik, (a) Sel Hewan (b) Sel Tumbuhan

Jika dilihat sekilas di bawah mikroskop, tampak bahwa bentuk sel itu kaku dan seperti benda mati. Akan tetapi ternyata setelah diselidiki lebih lanjut, di dalam sel terjadi segala proses kegiatan, bahkan sebenarnya segala kegiatan kita sehari-hari itu terjadi pada tingkat sel.
Beberapa ahli telah mencoba menyelidiki tentang struktur dan fungsi sel, dan kemudian muncullah beberapa teori tentang sel. Sejarah ditemukannya teori tentang sel diawali penemuan mikroskop yang menjadi sarana untuk mempermudah melihat struktur sel. Berbagai penelitian para ahli biologi, antara lain seperti berikut.

Penelitian Beberapa Ahli tentang Sel
Dari pendapat beberapa ahli biologi tersebut, beberapa teori sel antara lain sebagai berikut.
  1. sel merupakan unit struktural makhluk hidup; 
  2. sel merupakan unit fungsional makhluk hidup; 
  3. sel merupakan unit reproduksi makhluk hidup;  
  4. sel merupakan unit hereditas.
Ukuran Sel
Umumnya sel berukuran mikroskopis  Namun ada sel yang berukuran besar yaitu telur burung onta dan sel saraf Zerafah panjangnya lebih dari 1 meter.

Kisaran ukuran sel | Sumber : Campbell, 2008. Biology dan David Sadava, 2011, Life: The Science of Biology
  • Sel merupakan unit terkecil kehidupan. Di dalam sel terdapat penyusun sel atau organel sel. Namun, organel tidak disebut sebagai unit terkecil kehidupan sebab organel tidak mampu hidup mandiri.
  • Makhluk hidup bersel satu dapat hidup mandiri dan dapat mencukupi kebutuhan hidupnya sendiri seperti energi, mineral, dan sebagainya.
  • Umumnya, sel berukuran mikroskopis. Namun, ada sel yang berukuran makroskopis (besar). Seperti telur burung unta dan sel saraf zarafah yang memiliki panjang lebih dari 1 meter.

Read More

Konsep Organisasi Kehidupan

Apakah yang kamu ketahui tentang Orgnanisasi? Organisasi merupakan  susunan yang terdiri dari bagian-bagian untuk tujuan tertentu Contoh: organisasi sekolah Dapatkah kamu menyebutkan bagian-bagian pada organisasi sekolah dan tujuannya? Anggap, dirimu adalah sekolah, apakah tubuhmu merupakan sebuah organisasi? Coba sebutkan unit pada tubuhmu?
Dengan demikian, urutan-urutan unit-unit ini akan membentuk suatu tingkatan atau hierarki struktur. Hierarki struktur ini dinamakan hierarki biologi yang membentuk suatu organisasi kehidupan.
Perhatikan gambar berikut! 

Organisasi Kehidupan | Sumber: Buku IPA Kelas VII Kur 2013

Struktur hierarki organisasi kehidupan yang dimulai dari atom-atom penyusun molekul yang berukuran mikro hingga ekosistem yang berukuran makro dan sangat kompleks.  Hierarki seperti ini dinamakan biosfer.

Jadi, organisasi kehidupan suatu organisme dimulai dari unit
sel - jaringan - organ - sistem organ - organisme
Organisasi kehidupan memberikan pemahaman kepada kita bahwa pada hakikatnya dalam suatu kehidupan terdapat keteraturan (dan keteraturan ini adalah disengaja/diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa).
Keteraturan tersebut tidak hanya pada individu saja, tetapi pada semua tingkatan, termasuk keberadaan hierarki kehidupan yang merupakan suatu keteraturan. Oleh karena dunia kehidupan merupakan suatu hierarki yang niscaya, mulai dari molekul sampai ke biosfer.
Tiap-tiap tingkatan hierarki dalam kerangka struktur biologisnya memiliki sifat-sifat baru yang berbeda dari struktur biologis penyusunnya. Organ memiliki karakteristik yang berbeda dengan jaringan yang menyusunnya. Demikian juga sel yang menyusun suatu jaringan tidak sama karakternya dengan jaringan yang disusun tersebut. Tetapi semua struktur dan fungsi tersebut saling terkait dan tergantung untuk membentuk suatu struktur yang lebih tinggi lagi.
Read More

Friday, October 31, 2014

Aplikasi Penilaian Kurikulum 2013

Salah satu yang menjadi tantangan bagi para pendidik dalam Kurikulum 2013 adalah pemberian nilai bagi peserta didik. Bentuk penilaian tersebut harus menunjukkan aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara administratif dan dapat dipertanggung jawabkan. Menurut peraturan yang berlaku kompetensi inti harus dapat diuraikan dalam bentuk nilai secara kualitatif dan kuantitatif.
Penilaian dilakukan dengan cara:
  1. Aspek Spiritual dan Sosial diperoleh dengan menggunakan teknik observasi, penilaian diri sendiri, penilaian antar teman, dan jurnal
  2. Aspek Pengetahuan diperoleh dengan menggunakan tes ulangan harian dan tugas harian
  3. Aspek keterampilan diperoleh dengan observasi saat melakukan kegiatan berupa unjuk kerja, proyek dan portofolio.
Untuk memudahkan penilaian tersebut, guru diharapkan mampu menguasai IT. Penggunaan IT (khusunya aplikasi M. Office Excel) memudahkan guru dalam memperoleh hasil penilaian yang diinginkan.
Berikut ini contoh salah satu aplikasi yang dapat digunakan oleh guru dalam memberikan penilaian terhadap peserta didik.

Aplikasi ini berbasis M. Excel yang sudah diintegrasikan dalam penilaian kurikulum 2013. Silahkan download disini.
Read More