Thursday, November 5, 2020

9.5.2 | Listrik Dinamis | Rangkaian Listrik

 


Rangkaian listrik dibedakan menjadi 2 yaitu, rangkaian listrik yang tidak memiliki percabangan kabel disebut rangkaian seri, dan rangkaian listrik yang memiliki percabangan  kabel disebut rangkaian paralel.


A. Hukum Ohm

Hukum OHM, menyatakan: jika tegangan listrik pada suatu rangkaian dinaikkan, kuat arus listrik dalam rangkaian tersebut akan naik; dan jika tegangan diturunkan, kuat arus akan turun. 

Dalam artian lain, hukum ohm menyatakan tegangan listrik berbanding lurus dengan kuat arus. Berdasarkan hukum ohm dapat dibuat persamaan,

V = I x R

Keterangan:

V= beda potensial atau tegangan (Volt/ V)

I = kuat arus (ampere/ A)

R = hambatan listrik (ohm/ Ω)


Contoh Soal

Arus listrik 4 A mengalir melalui sebuah resistor (hambatan) 10 ohm. Berapa tegangan listrik yang dibaca oleh volt meter yang dihubungkan pada ujung-ujung resistor?

Penyelesaian:

Diketahui: 

I = 4A

R = 10  

Ditanya:

besar tegangan listrik = ...?

Jawab:

V = I x R

V = 4A x 10  

V = 40 V

Jadi besar tegangan listrik adalah 40 Volt.



B. Hukum Kirchoff

Hukum Kirchoff, menyatakan : jumlah kuat arus yang masuk ke dalam titik cabang nilainya sama dengan jumlah kuat arus yang keluar dari titik cabang. 

Persamaan Hukum Kirchoff dapat dirumuskan sebagai berikut:

Σ Imasuk = Σ Ikeluar  


Contoh Soal

tentukanlah besar arus pada I2 jika diketahui besar arus pada      I1 =2 A, I3 = 4A,  I4 = 2A, dan I5 = 3A, seperti pada gambar berikut

Penyelesaian:
Diketahui
Berdasarkan gambar
Imasuk = Idan I2
Ikeluar = I3 , I4 dan I5

Ditanya =  I

Jawab:
Σ Imasuk = Σ Ikeluar  

I1 + I2 = I3 + I4 + I5

2A + I2 = 4A + 2A + 3A

I2 = 9A - 2A

I2 = 7A

Jadi, besar kuat arus pada I2 adalah 7 ampere.


C. Kuat Arus, Hambatan, dan Tegangan pada Rangkaian Listrik

1. Rangkaian Seri

Pada rangkaian seri kuat arus bernilai sama, tetapi tegangannya berbeda-beda.

Contoh soal: 
Hitunglah besar hambatan pengganti pada suatu rangkaian yang disusun secara seri seperti pada gambar disamping jika diketahui R1=3 Ω, R2=2 Ω dan R3= 4 Ω

Penyelesaian: 
Diketahui:
Rangkaian Seri
R1=3 Ω
R2=2 Ω
R3= 4 Ω

Ditanya:
Rtot = ...?

Jawab:
Rtot = R1 + R2 + R3
Rtot = 3 Ω + 2 Ω + 4 Ω
Rtot =  9 Ω

2. Rangkaian Paralel

Pada rangkaian paralel, tegangan listrik bernilai sama, tetapi kuat arusnya berbeda.

Contoh soal: 
Hitunglah besar hambatan pengganti pada suatu rangkaian Yang disusun secara paralel seperti gambar disamping jika  diketahui R1=3 Ω, R2=2 Ω dan R3= 6 Ω

Penyelesaian:
Diketahui:
Rangkaian Seri
R1=3 Ω
R2=2 Ω
R3= 6 Ω

Ditanya:
Rtot = ...?

Jawab:






Jadi, hambatan pengganti pada rangkaian listri tersebut adalah 1Ω



D. Hukum Ohm pada Rangkaian Tertutup

Gaya Gerak Listrik (GGL) merupakan besar tegangan yang tersimpan dalam sebuah elemen/ baterai sebelum digunakan dalam rangkaian listrik, sedangkan Tegangan jepit adalah tegangan yang dihasilkan diantara kutub-kutub baterai saat dihubungkan dengan suatu rangkaian sehingga ada arus yang mengalir. 

Menurut hukum Ohm,  Rumus kuat arus yang mengalir dalam rangkaian tertutup adalah: 

Keterangan:
I = kuat arus (A)
E = GGL (V)
R = hambatan luar (Ω)
r = hambatan dalam (Ω)

Contoh soal:
Gaya Gerak listrik (GGL) sebuah baterai adalah 6 Volt. Jika hambatan dalam baterai 1 Ω dan hambatan luar 2 Ω, hitunglah arus yang lewat dari rangkaian itu!

Penyelesaian:
Diketahui:
E = 6V
r = 1 Ω
R = 2 Ω

Ditanya:
I = ...?

Jawab:



I = 2 A

Jadi, besar kuat arus yang mengalir pada rangkaian tersebut adalah 2 ampere.


EmoticonEmoticon